Berdasarkan laporan media TodoDia, pengadilan di Nova Odessa, Brasil, secara resmi menerima dakwaan yang diajukan oleh Kejaksaan Agung Sao Paulo atau MP-SP terhadap mantan wakil sekretaris pemerintahan, Moisés de Jesus Lima. Dengan keputusan tersebut, pria yang juga berprofesi sebagai seorang pendeta ini kini resmi berstatus sebagai terdakwa dalam kasus hukum dugaan diskriminasi.
Keputusan penting ini ditandatangani langsung oleh Hakim Melina Alonso Scherma Locatelli dari Pengadilan 1 Nova Odessa. Dalam pertimbangannya, pihak pengadilan menyatakan bahwa berkas dakwaan telah memenuhi seluruh unsur material kejahatan serta didukung oleh bukti permulaan yang cukup sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Kasus ini bermula dari insiden yang terjadi pada 17 Januari 2025 dalam sebuah rapat resmi di Kantor Wali Kota Nova Odessa. Mengutip laporan media setempat, dalam pertemuan yang dihadiri oleh jajaran pejabat penting dan tokoh agama tersebut, Moisés diduga melontarkan pernyataan bernada diskriminatif usai memimpin doa bersama.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam pernyataannya, ia menyebut bahwa instansi dewan kota dipimpin oleh seorang homoseksual terbuka, yang merujuk pada Lucas Camargo Donato selaku direktur jenderal lembaga legislatif tersebut. Jaksa penuntut umum menilai tindakan tersebut telah melampaui batas kebebasan berekspresi dan beragama karena bermuatan kebencian serta merendahkan orientasi seksual korban.
Seiring bergulirnya proses hukum, pihak kejaksaan juga meminta agar pengadilan menjatuhkan tuntutan ganti rugi atau reparasi moral minimal sebesar 10 ribu real Brasil bagi korban apabila terdakwa terbukti bersalah. Saat ini, pihak pengadilan telah memerintahkan terdakwa untuk segera menyerahkan memori pembelaan hukum dalam batas waktu yang telah ditentukan.
Sebagaimana diwartakan, kasus kontroversial ini sebelumnya juga sempat memicu penyelidikan internal melalui Panitia Penyelidikan Khusus atau CEI di dewan kota. Di tengah proses investigasi yang berjalan kala itu, Moisés memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya di pemerintahan daerah dengan dalih keputusan pribadi.