Perdebatan mengenai penanganan anak-anak migran di wilayah enklave Spanyol terus memanas setelah otoritas hukum melontarkan kritik keras. Berdasarkan laporan media 20 Minutos, Jaksa Penuntut Umum untuk Urusan Anak, Teresa Gisbert, secara terbuka mengecam usulan partai oposisi utama yang menginginkan pemulangan cepat tanpa prosedur mendalam.
Dalam sebuah wawancara radio, Gisbert menegaskan bahwa gagasan pemulangan instan yang didorong oleh Partido Popular dan pemimpinnya, Alberto Nunez Feijoo, sama sekali tidak sejalan dengan hukum. "Tidak memiliki makna," ujarnya menanggapi wacana pengembalian anak-anak tanpa penilaian personal terlebih dahulu.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa setiap anak yang tiba tanpa pendamping berhak mendapatkan perlindungan hukum yang ketat berdasarkan konvensi internasional serta perundang-undangan nasional. Proses verifikasi yang melibatkan penerjemah dan peninjauan situasi keluarga dinilai krusial untuk memastikan keselamatan mereka di negara asal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, laporan tersebut juga menyoroti gesekan antara pemerintah pusat dan sejumlah komunitas otonom yang kerap enggan menerima relokasi anak-anak migran. Meskipun ada hambatan birokrasi dan klaim keterbatasan fasilitas, pihak kejaksaan memastikan bahwa aturan kedaruratan migrasi tetap harus ditegakkan demi kepentingan terbaik anak.