Elektabilitas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dinilai belum sepenuhnya aman karena terus dibayang-bayangi oleh figur politik papan atas seperti Dedi Mulyadi dan Anies Baswedan dalam bursa kepemimpinan nasional.
Berdasarkan hasil riset terbaru dari lembaga Indonesia Political Opinion bertajuk Evaluasi Kebijakan Publik dan Stabilitas Sosial-Politik Nasional, Prabowo menduduki peringkat teratas dalam simulasi pertanyaan terbuka dengan perolehan dukungan sebesar 23,4 persen.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDirektur Eksekutif Indonesia Political Opinion Dedi Kurnia Syah menjelaskan bahwa keunggulan tersebut diperoleh karena para responden diberikan kebebasan penuh tanpa batasan daftar nama tokoh.
Meskipun memimpin pada simulasi terbuka, angka keterpilihan tersebut dinilai belum aman lantaran selisih dukungan dengan tokoh lain tergolong tipis dan kompetitif.
Dedi Mulyadi Melesat dalam Simulasi Sepuluh Nama
Peta kekuatan politik mengalami pergeseran signifikan tatkala lembaga survei melaksanakan pengujian lanjutan menggunakan simulasi tertutup sepuluh nama tokoh nasional.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi justru berhasil merebut posisi puncak dengan raihan angka keterpilihan mencapai 29,5 persen dalam simulasi tertutup tersebut.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto bergeser menempati urutan kedua dengan perolehan dukungan sebesar 19,0 persen dari total responden.
Posisi berikutnya dalam bursa survei diisi oleh Anies Baswedan sebesar 12,7 persen, disusul Agus Harimurti Yudhoyono serta Gibran Rakabuming Raka.