Presiden Prabowo Subianto meninjau hasil riset dan inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Kepresidenan Jakarta untuk mendukung percepatan pembangunan nasional.
Didampingi Kepala BRIN Arif Satria, presiden aktif berdialog dengan para periset serta mencoba teknologi pengolahan air darurat yang mampu mengubah air banjir menjadi air siap minum.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKepala BRIN menjelaskan teknologi penyimpanan gas alam bertekanan rendah berbasis Metal Organic Framework yang dikembangkan bersama peraih Nobel Kimia 2025 Susumu Kitagawa diperkirakan dapat menghemat subsidi LPG hingga Rp26 triliun per tahun.
Sektor kedirgantaraan mencatat pesawat N219 telah dilisensikan kepada PT Dirgantara Indonesia, sementara satelit NEO-1 dijadwalkan meluncur awal 2027.
Penguatan Kemandirian Teknologi dan Alutsista Nasional
Badan Riset dan Inovasi Nasional juga mengembangkan Pesawat Udara Nirawak Alap-Alap yang mampu terbang enam jam dengan jangkauan sekitar 100 kilometer guna mendukung pengawasan wilayah.
Berbagai inovasi di bidang kesehatan, transportasi, pangan, dan teknologi nuklir tersebut menjadi fondasi kemandirian teknologi nasional menuju Indonesia Emas 2045.
Penguatan kapabilitas teknologi nasional terus digenjot melalui berbagai inovasi strategis di bidang pertahanan dan kedirgantaraan.
Pemerintah berkomitmen memaksimalkan pemanfaatan hasil riset lokal untuk memperkuat sistem pertahanan dan kemandirian bangsa.