Indonesia sempat ramai menjadi sorotan publik internasional usai dinilai masuk dalam jajaran 10 negara paling bugar di dunia. Kendati demikian, predikat membanggakan ini ternyata tidak serta-merta mencerminkan tingkat kebugaran jasmani masyarakat secara keseluruhan.
Berdasarkan laporan World Obesity Atlas 2025, posisi tersebut didasarkan pada angka prevalensi obesitas dewasa di Indonesia yang berada di kisaran 11,52 persen. Angka yang relatif rendah ini kemudian kerap dijadikan tolok ukur dalam berbagai pemeringkatan global untuk menilai kesehatan populasi suatu negara.
Namun, World Obesity Federation melalui laman resminya memberikan catatan penting bahwa laporan tersebut berfokus pada estimasi berat badan dan proyeksi obesitas hingga 2030. Organisasi kesehatan dunia itu juga terus mendorong penerapan kebijakan yang pro-aktivitas fisik di berbagai negara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi sisi lain, data dari dalam negeri menunjukkan realita yang berbeda terkait kebiasaan bergerak masyarakat. Berdasarkan laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 yang dirilis Badan Kebijakan Kesehatan Kementerian Kesehatan, tercatat sebanyak 37,4 persen penduduk Indonesia yang berusia di atas 10 tahun masih kurang melakukan aktivitas fisik.
Sebagaimana diwartakan dalam data resmi Kementerian Kesehatan, hambatan utama yang membuat masyarakat enggan beraktivitas fisik didominasi oleh kesibukan harian hingga faktor psikologis. Sebanyak 48,7 persen responden mengaku tidak memiliki waktu, sementara 32,6 persen lainnya beralasan merasa malas.
Menanggapi fenomena ini, para ahli menilai bahwa rendahnya angka prevalensi obesitas merupakan indikator yang positif, namun tidak bisa dijadikan satu-satunya ukuran sahih untuk menggambarkan tingkat kebugaran fisik masyarakat secara menyeluruh.
Dengan demikian, predikat negara bugar seharusnya dipandang sebagai momentum dan pemicu semangat untuk memperbaiki gaya hidup. Masyarakat diimbau untuk tidak hanya mengandalkan faktor berat badan ideal, tetapi juga mulai membiasakan diri rutin berolahraga demi mencegah risiko berbagai penyakit tidak menular.