Proses pemakaman seorang pria berinisial KWK (35) di Kabupaten Boyolali pada Kamis (20/8/2026) berlangsung dramatis dan membutuhkan penanganan khusus. Pasalnya, almarhum memiliki bobot tubuh sekitar 250 kilogram yang menjadi kendala tersendiri saat prosesi penguburan di TPU Pasareyan Soyudho Sakler Suyudan, Kiringan, Boyolali.
Berdasarkan laporan yang dihimpun, pihak keluarga yang dibantu warga sekitar sempat meminta pertolongan darurat kepada instansi terkait. Permohonan bantuan tersebut langsung direspons cepat oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Boyolali.
Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Boyolali, Gembong Suroto, menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan kaji cepat setibanya di lokasi kejadian. Mengingat berat badan almarhum yang cukup masif, tim memutuskan untuk menggunakan metode evakuasi khusus agar proses pemakaman berjalan lancar dan aman.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"TRC BPBD melakukan penyetelan anchor tripod dan sistem katrol vertical rescue untuk pemakaman," ujar Gembong Suroto sebagaimana diwartakan oleh media setempat.
Lebih lanjut, ia merinci bahwa prosesi pengangkutan jenazah dari mobil ambulans menuju area pemakaman awalnya dilakukan menggunakan tandu batang bambu. Tandu tersebut digotong secara bergotong-royong dan estafet oleh pihak keluarga, warga setempat, petugas Damkar, serta personel BPBD.
Setelah tiba di dekat liang kubur, petugas kemudian mengandalkan peralatan khusus berupa katrol dan fondasi anchor dari tripod untuk menurunkan jenazah. Berkat kerja sama yang apik antara warga dan petugas gabungan, seluruh rangkaian proses pemakaman yang dimulai sejak sore hari itu akhirnya selesai tanpa kendala berarti.