Obat obesitas Wegovy dan Mounjaro di Korea Selatan dijual hingga lima kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan beberapa pasar luar negeri, memicu desakan bagi pemerintah untuk segera turun tangan meninjau kebijakan harga serta memperluas cakupan asuransi bagi pasien berisiko tinggi.
"Wegovy dan Mounjaro telah menarik minat publik yang luar biasa dengan jutaan resep diterbitkan sejak peluncurannya, namun harganya mencapai hingga lima kali lebih tinggi daripada di negara-negara seperti Jepang dan Cina," ujar anggota parlemen Kim Tae-ho dari Partai People Power dalam rapat pleno Komite Kesehatan dan Kesejahteraan Majelis Nasional pada Rabu, 20 Agustus 2026.
Kim menjelaskan tingginya harga tersebut mendorong banyak warga membeli obat secara langsung dari luar negeri, sehingga pihak bea cukai harus memblokir impor tersebut dan menciptakan situasi tidak normal yang membawa risiko besar terkait penyalahgunaan serta distribusi yang tidak aman.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Jepang memberikan cakupan asuransi bagi orang dengan obesitas berat. Korea juga membutuhkan cakupan selektif untuk pasien berisiko tinggi," tambah Kim saat meminta kejelasan mengenai langkah-langkah persiapan dari pihak pemerintah.
Pemerintah Korea Selatan Kaji Asuransi dan Perketat Regulasi
Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Jeong Eun-kyeong menyatakan intervensi pemerintah dalam penetapan harga sulit dilakukan karena obat-obatan tersebut tidak masuk dalam jaminan asuransi kesehatan nasional, di mana perusahaan farmasi menetapkan harga berdasarkan penawaran dan permintaan.
"Tidak ada mekanisme dalam sistem asuransi kesehatan nasional untuk mengontrol harga obat yang tidak ditanggung," ucap Jeong, meski ia menegaskan bahwa kementeriannya sedang meninjau kemungkinan pemberian cakupan bagi orang dengan indeks massa tubuh atau BMI 35 atau lebih.
Pemerintah Korea Selatan melalui kementerian terkait menyatakan komitmennya untuk meninjau secara komprehensif berbagai isu krusial termasuk kenaikan berat badan setelah penghentian pengobatan, kriteria cakupan asuransi, hingga prioritas anggaran.
"Kami sedang meninjau secara komprehensif isu-isu termasuk kenaikan berat badan setelah pengobatan dihentikan, kriteria untuk cakupan asuransi, dan prioritas untuk pengeluaran asuransi kesehatan nasional," jelas Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Jeong Eun-kyeong.
Menteri Keamanan Pangan dan Obat Oh Yu-kyoung yang turut hadir dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa pihaknya berencana memperketat regulasi guna mencegah penyalahgunaan obat di tengah masyarakat.
"Kasus Wegovy dan Mounjaro yang digunakan oleh orang-orang yang tidak memenuhi kriteria resep BMI 30 atau lebih semakin meningkat, dan kami bergerak untuk menetapkannya sebagai obat dengan potensi penyalahgunaan dan penyelewengan," ujar Oh Yu-kyoung.
"Setelah ditetapkan, peringatan yang relevan harus disertakan pada label obat, dan resep dokter juga akan menjadi wajib di area yang dibebaskan dari pemisahan peresepan dan pengeluaran, sehingga memungkinkan manajemen yang lebih ketat," imbuhnya.