Sebuah misteri geologis yang telah lama menyelimuti kawasan selatan metropolitan São Paulo akhirnya menemui titik terang. Mengutip laporan media CNN Brasil, penelitian terbaru yang dipimpin oleh para ahli dari Universidade de São Paulo (USP) bersama Instituto de Pesquisas Ambientais (IPA) berhasil mengonfirmasi bahwa struktur lingkaran besar di distrik Parelheiros merupakan bekas hantaman benda langit.
Depresi melingkar berdiameter sekitar 3,6 kilometer yang dikenal sebagai Cratera de Colônia ini pertama kali didokumentasikan secara ilmiah pada tahun 1961. Namun, perdebatan mengenai asal-usulnya terus bergulir selama puluhan tahun di kalangan ilmuwan, sebelum akhirnya riset mutakhir membuktikan keterlibatan hantaman asteroid berkecepatan tinggi.
Dalam studi tersebut, tim peneliti melakukan analisis mendalam terhadap sampel batuan yang diambil dari pengeboran bawah tanah dengan kedalaman mencapai ratusan meter di dalam kawah. Berdasarkan laporan, di bawah lapisan sedimen tebal, para ilmuwan menemukan batuan fragmentasi khusus seperti brechia impaksi dan suevit yang menjadi penanda kuat terjadinya benturan kosmik.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeFokus utama penelitian ini terletak pada analisis mineralogis kristal zirkon yang dikenal sangat tahan terhadap perubahan kimia dan pelapukan. Melalui mikroskopi resolusi tinggi, tim menemukan deformasi planar kristal yang hanya bisa terbentuk di bawah tekanan serta suhu ekstrem akibat gelombang kejut hantaman asteroid.
Temuan mikroskopis tersebut sekaligus memupus berbagai teori konvensional sebelumnya yang sempat menduga bahwa struktur unik itu terbentuk akibat aktivitas vulkanik, metamorfisme, ataupun pergeseran lempeng tektonik regional. Sebagaimana diungkapkan dalam riset, kekuatan tektonik bumi tidak akan mampu menciptakan tingkat deformasi separah itu pada mineral sekokoh zirkon.
Selain mengungkap asal-usulnya, para peneliti juga menyoroti nilai ilmiah yang tinggi dari Cratera de Colônia karena tingkat pelestariannya yang luar biasa baik. Lapisan sedimen tebal yang menimbun kawasan tersebut justru berfungsi sebagai pelindung alami, menjadikannya arsip sejarah geologi yang sangat berharga bagi ilmu pengetahuan dunia.