Jet plasma yang meletus dari lubang hitam supermasif jarak jauh dengan kecepatan mendekati cahaya dilaporkan mengalami pelensaan gravitasi oleh gumpalan materi gelap yang tidak terlihat.
"Large-scale jets ini merupakan akselerator kosmik dan mungkin menghasilkan neutrino," ujar Silke Britzen dari Max Planck Institute for Radio Astronomy di Jerman dalam keterangannya yang dirilis pada Agustus 2026.
Lubang hitam supermasif yang menjadi pusat studi ini menggerakkan jenis quasar bernama blazar dengan total 2.600 lebih objek kosmik yang terus diamati para ilmuwan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePenemuan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman baru mengenai sumber partikel hantu kosmik bernama neutrino serta mengungkap misteri materi gelap di alam semesta.
Peran Teori Einstein dan Misteri Pembelokan Gravitasi
Fenomena perubahan jalur jet kosmik tersebut dipicu oleh mekanisme yang pertama kali diprediksi oleh Albert Einstein pada 1915 melalui teori relativitas umum.
Berdasarkan teori tersebut, objek bermassa besar mampu melengkungkan ruang dan waktu, sehingga jalur cahaya atau materi yang melewatinya dapat dibelokkan atau diperbesar.
Dalam kasus blazar PKS 2233-148, tidak ditemukan galaksi atau gugusan bintang besar di posisi yang tepat untuk melakukan pelensaan, sehingga materi gelap menjadi satu-satunya jawaban.
Materi gelap bersifat tidak kasat mata karena tidak berinteraksi langsung dengan radiasi elektromagnetik, namun keberadaannya tetap memengaruhi kelengkungan ruang di sekitarnya.