Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6.8 di Kumamoto, Jepang, tidak hanya membawa duka akibat korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga memicu gelombang disinformasi masif di dunia maya.
Berdasarkan pemantauan media setempat, berbagai klaim tidak berdasar seperti teori gempa buatan manusia hingga rekaman palsu reruntuhan pusat perbelanjaan menyebar luas di platform media sosial.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePengamatan redaksi Kabayan News memperlihatkan lonjakan drastis unggahan mengenai gempa buatan hingga mencapai puluhan ribu kali lipat dalam hitungan hari setelah bencana menimpa wilayah Kyushu tersebut.
Seismological Society of Japan memberikan bantahan resmi dengan menyatakan teori tersebut sama sekali tidak realistis karena membutuhkan pengeboran sangat dalam dan energi masif yang belum dapat diwujudkan teknologi modern.
Dari analisis awak media Kabayan News, disinformasi ini juga ditunggangi konten bermuatan politik dan anti-imigran yang menyudutkan warga asing serta memelintir narasi bantuan kemanusiaan dari luar negeri.
Pusat Pemeriksa Fakta Jepang mengimbau masyarakat agar selalu memverifikasi kebenaran informasi melalui sumber resmi demi meredam dampak buruk hoaks di tengah situasi darurat bencana.