Suasana panik menyelimuti kawasan Labuan Bajo setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,7 kembali mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu malam. Getaran yang dirasakan secara tiba-tiba membuat warga serta merta berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.
Sebagaimana diwartakan, gempa tersebut terjadi pada pukul 23.17 WIB dengan pusat gempa berada di wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada kedalaman 10 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa aktivitas tektonik ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Berdasarkan laporan media, guncangan gempa dirasakan di berbagai daerah seperti Kabupaten Manggarai, Manggarai Barat, Nagekeo, hingga Sumba Timur dengan skala intensitas maksimum III hingga IV MMI. Hal ini memicu kekhawatiran mendalam di tengah masyarakat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSalah seorang warga Labuan Bajo, Gecio, menceritakan kepanikan yang melanda warga setempat saat guncangan terjadi. "Warga khawatir gempa ini mengakibatkan kerusakan ataupun dampak lebih besar lagi," ujarnya saat menceritakan situasi di lapangan.
Gecio menambahkan bahwa sejak gempa besar berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda wilayah Flores sebelumnya, masyarakat kini jauh lebih siaga, terutama pada malam hari. Tak sedikit warga di perkotaan maupun pedesaan yang memilih mendirikan tenda darurat secara mandiri sebagai tempat beristirahat yang aman.
Menanggapi situasi yang masih rawan, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa aktivitas gempa susulan diperkirakan masih akan terus berlangsung dalam beberapa pekan ke depan. Proses peluruhan energi dari gempa utama yang cukup besar membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu sebelum benar-benar mereda.
Berdasarkan catatan resmi BMKG hingga Rabu sore, telah terjadi ribuan gempa susulan dengan puluhan di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat. Pihak berwenang terus mengimbau warga agar tetap waspada namun tenang, serta menghindari bangunan yang berisiko mengalami kerusakan struktural.