Duka mendalam masih menyelimuti wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pasca gempa bumi dahsyat yang mengguncang kawasan tersebut. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban jiwa akibat bencana alam ini terus merangkak naik.
Hingga Kamis (20/8/2026) sore, pihak BNPB mencatat total korban meninggal dunia telah mencapai 75 orang. Angka ini bertambah sebanyak empat jiwa dibandingkan data hari sebelumnya yang mencatatkan 71 orang meninggal.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan memaparkan rincian penambahan korban jiwa tersebut dalam konferensi pers daring. "Hingga saat ini mencapai 75 jiwa, di mana kemarin kami memberitakan 71 jiwa, hari ini bertambah 4 jiwa dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah 2, Kabupaten Manggarai bertambah 1, Nagekeo bertambah 1," jelas Berton.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain korban meninggal, jumlah warga yang mengalami luka-luka juga mengalami lonjakan. Sebagaimana diwartakan, jumlah korban luka yang sebelumnya tercatat 898 orang kini bertambah menjadi 907 orang setelah adanya laporan tambahan sembilan korban dari Kabupaten Ngada.
Tidak hanya dampak korban jiwa dan luka, situasi di lapangan juga masih mengkhawatirkan akibat aktivitas seismik yang belum mereda. BNPB mencatat telah terjadi ribuan kali gempa susulan di wilayah terdampak yang membuat warga harus tetap siaga.
"Bagi warga di daerah terdampak, perlu dipastikan kondisi bangunan apabila akan memasuki bangunan tersebut," pungkas Berton mengingatkan masyarakat agar senantiasa waspada terhadap potensi bahaya lanjutan.