Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Geographic coordinate system,...
BERITA

Geographic coordinate system, Teknologi Kuno Penentu Lokasi Bumi

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 8 Agustus 2026
Ilustrasi garis latitude dan longitude pada model bola Bumi untuk navigasi

Ilustrasi garis latitude dan longitude pada model bola Bumi untuk navigasi

Geographic coordinate system atau GCS adalah sistem koordinat geodesi tertua yang digunakan untuk mengukur serta mengomunikasikan posisi secara langsung di Bumi melalui latitude dan longitude. Sebagai sistem referensi spasial yang paling luas penggunaannya, GCS membentuk fondasi bagi hampir seluruh sistem navigasi dan pemetaan modern saat ini.

Meski latitude dan longitude membentuk pasangan koordinat layaknya sistem Kartesius, GCS memiliki karakteristik berbeda. Pengukuran dalam sistem ini didasarkan pada sudut, bukan pada permukaan datar, sehingga tidak dikategorikan sebagai sistem Kartesius murni dalam perhitungan geometrisnya.

Sejarah penemuan sistem ini secara umum dikaitkan dengan cendekiawan kuno, Eratosthenes dari Cyrene, yang menyusun karya geografi di Perpustakaan Alexandria pada abad ke-3 SM. Inovasi tersebut kemudian dikembangkan oleh Hipparchus dari Nicaea yang meningkatkan presisi penentuan latitude melalui pengukuran bintang.

Dalam perkembangannya, standarisasi global sistem ini mencapai titik krusial pada tahun 1884 melalui International Meridian Conference. Dalam konferensi tersebut, mayoritas negara sepakat mengadopsi longitude Royal Observatory di Greenwich, Inggris, sebagai garis referensi nol atau prime meridian internasional yang digunakan hingga kini.

Pentingnya Geodetic Datum dalam Akurasi Koordinat

Bumi

Geodetic datum merupakan komponen vital yang harus disertakan dalam spesifikasi GCS untuk memastikan pengukuran lokasi fisik Bumi berjalan presisi. Tanpa datum yang tepat, nilai latitude dan longitude pada lokasi yang sama dapat menghasilkan data berbeda karena perbedaan model matematis bentuk Bumi yang digunakan.

Penggunaan datum horizontal berfungsi mengukur latitude dan longitude, sementara datum vertikal dipakai untuk mengukur elevasi atau ketinggian. Datum modern saat ini telah mengandalkan jaringan global pengukuran satelit seperti GNSS, VLBI, SLR, dan DORIS untuk mencapai tingkat akurasi yang sangat tinggi.

Tantangan utama dalam penggunaan sistem ini adalah pergerakan permukaan Bumi yang dinamis, termasuk pergeseran lempeng benua, subsidensi, hingga fenomena pasang surut Bumi akibat pengaruh Bulan dan Matahari. Perubahan posisi ini bisa mencapai satu meter dalam hitungan hari atau hingga sepuluh sentimeter per tahun.

Oleh karena itu, pemilihan datum yang tepat menjadi krusial bagi para ahli pemetaan dan navigasi global. Datum global seperti WGS 84 sangat penting untuk mengakomodasi pergerakan kerak Bumi secara kontinu, sehingga pengguna mendapatkan koordinat identik meskipun lokasi fisik mengalami pergeseran struktural.

Topics
geographic coordinate system gcs latitude longitude navigasi pemetaan geodetic datum sains
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.