Kasus dugaan pengeroyokan yang menimpa seorang guru olahraga sekolah dasar (SD) di Balikpapan Timur kini tengah diusut tuntas oleh aparat kepolisian. Peristiwa yang viral di media sosial tersebut memicu keprihatinan publik lantaran dipicu oleh aksi korban yang menegur seorang remaja berseragam sekolah saat merokok.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Korban diketahui bernama Muh. Afdal, seorang guru di SDN 017 Teritip. Insiden penganiayaan itu terjadi pada Selasa (21/7/2026) siang di kawasan Jalan Lapangan Tembak Lambada RT 33, Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.
Kapolsek Balikpapan Timur, AKP Muhammad Chusen, membenarkan adanya laporan resmi mengenai tindak pidana pengeroyokan tersebut. "Terkait dugaan pengeroyokan terhadap seorang guru di Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur, itu memang benar terjadi. Korban juga sudah melaporkan kejadian ini ke Polsek Balikpapan Timur," kata AKP Muhammad Chusen.
Dalam penanganan perkara ini, Polsek Balikpapan Timur turut mendapat dukungan penuh dari jajaran personel Polresta Balikpapan. Pihak kepolisian bergerak cepat dengan memeriksa sejumlah saksi mata di lokasi kejadian serta mendampingi korban untuk menjalani pemeriksaan medis.
"Langkah awal sudah kami lakukan, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan mengantar korban untuk menjalani pemeriksaan visum et repertum. Saat ini prosesnya sedang berjalan dalam tahap penyelidikan dan penyidikan," ujar Chusen.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kejadian bermula ketika Muh. Afdal melintas di Jalan Mulawarman, Kelurahan Teritip. Di tengah perjalanan, korban mendapati seorang siswa yang masih mengenakan seragam sekolah sedang mengendarai sepeda motor sembari merokok di area umum.
Melihat tindakan tak terpuji tersebut, korban lantas menghentikan dan menegur remaja itu. Namun, teguran tersebut justru memicu perlawanan hingga berujung pada tindakan kekerasan secara bersama-sama terhadap korban.
Mengenai status terduga pelaku yang beredar di media sosial, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk bersabar. Polisi masih melakukan pendalaman mendalam untuk memastikan peran serta identitas pasti para pelaku, termasuk kepastian apakah mereka masih berstatus pelajar atau bukan.