Bayern Munich berhasil meraih gelar UEFA Super Cup 2020 setelah mengalahkan Sevilla dengan skor 2-1 pada laga yang digelar di Puskas Arena, Budapest, 24 September 2020. Kemenangan dramatis di babak extra time ini menjadi gelar kedua bagi raksasa Jerman di ajang tersebut.
Pertandingan yang dipimpin wasit asal Inggris Anthony Taylor ini sempat tertunda akibat pandemi COVID-19 yang melanda Eropa. Lokasi final pun berpindah dari Estádio do Dragão di Porto ke Puskas Arena Budapest setelah UEFA memutuskan untuk memindahkan final Liga Champions ke Portugal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSevilla unggul lebih dulu melalui penalti Lucas Ocampos pada menit ke-13 setelah Ivan Rakitic dijatuhkan David Alaba di kotak terlarang. Namun Bayern mampu menyamakan kedudukan pada menit ke-34 melalui Leon Goretzka yang menyelesaikan umpan matang dari Robert Lewandowski.
Laga harus dilanjutkan ke babak extra time setelah skor imbang 1-1 bertahan hingga akhir waktu normal. Di menit ke-104, Javi Martinez yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol kemenangan bagi Bayern dengan sundulan keras memanfaatkan bola muntah hasil tepisan kiper Sevilla Yassine Bounou.
Proses Pemindahan Venue dan Prokes di Final Bayern Munich vs Sevilla
Kemenangan ini menjadi momen spesial bagi Bayern Munich karena menjadi salah satu dari sedikit laga yang bisa disaksikan langsung oleh penonton di tengah pandemi. UEFA mengizinkan kehadiran hingga 30 persen kapasitas stadion sebagai uji coba penerapan protokol kesehatan.
Final UEFA Super Cup 2020 awalnya dijadwalkan berlangsung di Estádio do Dragão, Porto, pada 12 Agustus 2020. Namun pandemi COVID-19 memaksa UEFA mengubah rencana dengan memindahkan laga ke Puskas Arena Budapest dan menjadwalkannya ulang pada 24 September 2020.
Puskas Arena Budapest dipilih karena Hungaria menerapkan kebijakan yang memungkinkan kehadiran penonton dalam jumlah terbatas. Sebanyak 15.500 tiket terjual untuk pertandingan ini dengan penerapan protokol kesehatan ketat termasuk jaga jarak dan pemakaian masker.
Keputusan menggelar laga dengan penonton menuai kritik dari berbagai pihak. Politisi Hungaria Ildikó Borbely menyebutnya sebagai eksperimen tak bisa diterima, sementara Menteri Presiden Bayern Markus Soder mendesak suporter Bayern agar tak datang ke Budapest karena khawatir laga menjadi sarang penyebaran COVID-19.