Kabayan News Kabayan News
/home / berita / House Oversight Tuding Xavier...
BERITA

House Oversight Tuding Xavier Becerra Sembunyikan Diary COVID Anthony Fauci

By Dewi Lestari 3 min read 20 Agustus 2026
Xavier Becerra dituding sembunyikan diary COVID Anthony Fauci oleh House Oversight

Xavier Becerra dituding sembunyikan diary COVID Anthony Fauci oleh House Oversight

House Oversight Committee melayangkan pertanyaan keras kepada mantan Menteri Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Amerika Serikat Xavier Becerra terkait dugaan penyembunyian diary COVID-19 dan ponsel milik Dr. Anthony Fauci dari Kongres pada tahun 2023. Ketua Komite James Comer mengirimkan surat resmi pada Senin, 17 Agustus 2026, yang menyoroti kegagalan Becerra untuk menyerahkan dokumen relevan yang diminta oleh politisi Republik dalam penyelidikan pandemi.

"Termasuk dalam permintaan dokumen tersebut, istilah-istilah seperti COVID-19, gain-of-function, dan Wuhan muncul di sepanjang diary Dr. Fauci. Meskipun informasi yang relevan ini ada, Anda gagal menyertakan bagian apa pun dari diary tersebut dalam tanggapan Anda," tulis Comer dalam suratnya kepada Becerra yang kini menjadi kandidat Gubernur California.

Komite DPR AS menduga Becerra secara sengaja menahan informasi penting tersebut atau gagal melakukan pencarian dokumen yang memadai di sistem departemen saat permintaan pertama kali diajukan pada November 2023. Diary setebal lebih dari 1.000 halaman itu sendiri baru diserahkan kepada Senator Rand Paul dan Ron Johnson awal tahun ini oleh Menteri Kesehatan saat ini, Robert F. Kennedy Jr.

Isi diary tersebut memicu kontroversi publik karena memperlihatkan pemikiran pribadi Fauci serta catatan mengenai ketenarannya di tengah jutaan warga Amerika yang berjuang menghadapi pembatasan ketat pemerintah. Beberapa catatan bahkan mengindikasikan keterlibatan Fauci dalam diskusi penutupan sekolah, yang kontradiktif dengan kesaksiannya di hadapan subkomite pada Juni 2024.

Desakan Kongres dan Respons Tim Kampanye Becerra

Menanggapi tudingan tersebut, ahli strategi komunikasi Becerra, Jonathan Underland, menyebut langkah komite ini sebagai teater politik belaka untuk mengalihkan perhatian publik. "Warga California tidak mudah tertipu dengan pertunjukan politik yang dibuat-buat untuk mengalihkan perhatian dari isu-isu ekonomi saat ini," ujar Underland dalam keterangannya kepada media.

Kontroversi ini muncul menyusul pengakuan bersalah mantan penasihat Fauci, David Morens, terkait konspirasi menyembunyikan catatan COVID-19 yang berkaitan dengan pendanaan hibah federal. Komite memberikan batas waktu hingga 2 September 2026 kepada Becerra untuk menjawab sejumlah pertanyaan terkait keberadaan dokumen tersebut.

Xavier Becerra kini menghadapi tekanan politik yang semakin intens seiring pencalonannya sebagai Gubernur California menjelang pemilihan yang dijadwalkan pada tahun 2026 ini. Anggota Kongres dari Partai Republik mendesak agar Becerra memberikan klarifikasi transparan mengenai alasan tidak diserahkannya catatan penting tersebut kepada pihak investigasi tiga tahun lalu.

"Komite khawatir bahwa Anda dengan sengaja menyembunyikan informasi ini atau gagal melakukan pencarian yang memadai," tegas Comer dalam dokumen penyelidikan yang dirilis ke publik pada pertengahan Agustus 2026.

Di sisi lain, tim kampanye Becerra menilai manuver politik ini sengaja digencarkan untuk menyerang kredibilitas politiknya di tengah persaingan ketat perebutan kursi gubernur. Berbagai pihak kini menunggu jawaban resmi dari Becerra sebelum batas waktu yang telah ditetapkan oleh Komite Pengawasan DPR AS berakhir pada 2 September 2026.

Kasus ini menambah panjang daftar polemik seputar penanganan pandemi COVID-19 di Amerika Serikat yang melibatkan para pejabat tinggi kesehatan federal era pemerintahan Presiden Joe Biden. Penyelidikan lanjutan diperkirakan akan terus bergulir di Capitol Hill seiring ditemukannya bukti-bukti baru dari dokumen pribadi Fauci.

Topics
xavier becerra anthony fauci house oversight covid-19 james comer hhs amerika serikat politik kongres as
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.