Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Irak Gandeng Chevron Ekspor Minyak...
BERITA

Irak Gandeng Chevron Ekspor Minyak Tanpa Lewat Selat Hormuz

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 19 Juli 2026
Proyek pembangunan pipa minyak mentah Irak dan Chevron untuk jalur ekspor alternatif

Proyek pembangunan pipa minyak mentah Irak dan Chevron untuk jalur ekspor alternatif

Pemerintah Irak telah mencapai puluhan kesepakatan strategis dengan sejumlah perusahaan minyak Barat. Kesepakatan besar ini mencakup pemulihan jalur pasokan energi yang dapat digunakan Irak untuk mengekspor komoditas minyaknya tanpa harus melewati kawasan Selat Hormuz.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kesepakatan awal tersebut ditandatangani pada pertemuan puncak bisnis Amerika Serikat-Irak di Kamar Dagang AS di Washington pada Jumat (17/7/2026). Langkah strategis ini muncul ketika Baghdad berupaya keras melepaskan diri dari ketergantungan pada Selat Hormuz, tempat transit yang saat ini sangat terganggu akibat eskalasi perang AS-Israel melawan Iran.

Menurut laporan kantor berita negara Irak, pemerintah Irak dan Suriah telah menandatangani perjanjian kerja sama untuk membangun kembali jalur pipa minyak mentah Irak-Suriah yang telah lama tidak berfungsi. Pipa tersebut membentang dari wilayah Kirkuk yang kaya minyak di Irak utara menuju ke pelabuhan Baniyas di Laut Mediterania, Suriah. Perusahaan energi besar asal AS, Chevron, ditunjuk untuk melaksanakan proyek raksasa tersebut berdasarkan kesepakatan baru itu.

Dari pantauan redaksi, Departemen Luar Negeri AS menyambut baik rencana rehabilitasi jalur pipa ini. Pihak AS menyatakan proyek tersebut akan ditangani oleh "konsorsium internasional yang dipimpin AS" untuk mengelola "aspek teknis dan keuangannya". Setelah direhabilitasi, proyek inovatif ini diperkirakan akan memiliki kapasitas pengangkutan awal sebesar 2 juta barel minyak mentah per hari sebagai koridor energi penting menuju pasar ekspor Mediterania.

Ketegangan di Timur Tengah sendiri terus meningkat. Amerika Serikat sebelumnya melancarkan serangan terhadap Iran beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa Washington "memperbarui" blokade terhadap Iran di Selat Hormuz. Donald Trump secara terpisah mengisyaratkan Amerika Serikat akan mengenakan biaya kepada kapal-kapal lain untuk jalur aman, yang membalikkan kebijakan global AS mengenai kebebasan navigasi.

Iran langsung membalas dengan serangan yang menargetkan Bahrain dan dua kapal tanker yang terkait dengan Uni Emirat Arab saat melintas di Selat Hormuz, yang menewaskan satu pelaut. Menurut pengamatan tim redaksi, konflik perebutan kendali atas Selat Hormuz ini telah memicu lonjakan harga minyak mentah Brent acuan hingga ke tingkat tertinggi dalam satu bulan terakhir di atas 84 dolar AS per barel.

Topics
irak chevron selat hormuz minyak mentah amerika serikat suriah energi global
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.