Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Hindari Selat Hormuz, Chevron Jajaki...
BERITA

Hindari Selat Hormuz, Chevron Jajaki Pipa Minyak Baru di Irak

Fasilitas kilang minyak Chevron dan ilustrasi peta jalur pipa baru di Timur Tengah

Fasilitas kilang minyak Chevron dan ilustrasi peta jalur pipa baru di Timur Tengah

Perusahaan raksasa minyak asal Amerika Serikat, Chevron, dilaporkan berencana menandatangani kesepakatan awal untuk berinvestasi di ladang minyak Irak. Langkah ini mencakup pertimbangan pembangunan jalur pipa baru yang menghubungkan cadangan minyak Irak ke pantai Suriah sebagai solusi alternatif menghindari Selat Hormuz.

Seiring kembali memanasnya ketegangan dan serangan antara AS dan Iran di Timur Tengah, para produsen minyak utama termasuk Irak kini gencar mencari rute alternatif. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur maritim vital yang mengalirkan 20 persen pasokan minyak dunia, namun efektif terblokade selama konflik berlangsung.

Negara-negara di kawasan Teluk Persia telah menggelontorkan miliaran dolar AS untuk membangun pipa baru, koridor kereta api, hingga pusat penyimpanan energi demi memutari selat tersebut. Kini, Chevron bersiap mengambil bagian dalam langkah strategis ini menurut laporan Wall Street Journal.

Seorang pejabat senior Chevron mengungkapkan bahwa perusahaan yang berbasis di Houston, Texas ini sedang mempertimbangkan pembangunan kembali jalur pipa dari Kirkuk, Irak, menuju pelabuhan Baniyas di Suriah yang menghadap ke Laut Mediterania. Jalur pipa di rute tersebut sebelumnya telah ditutup selama lebih dari dua dekade setelah rusak parah akibat invasi AS ke Irak pada 2003 silam.

Chevron akan bergabung dengan konsorsium investor untuk melakukan studi kelayakan. Studi ini bertujuan menentukan apakah mereka akan membangun pipa yang sepenuhnya baru atau memperbarui infrastruktur yang sudah ada saat ini.

"Kami telah melakukan pembicaraan dengan pemerintah Irak selama 12 hingga 18 bulan, dan kesepakatan awal ini masih jauh dari garis finish," ujar pejabat eksekutif Chevron tersebut.

Terkait perkembangan ini, Perdana Menteri Irak Ali Al Zaidi menyempatkan diri mengunjungi markas besar Chevron di pusat kota Houston untuk bertemu dengan delegasi yang dipimpin oleh Wakil Ketua Chevron, Mark Nelson. Pertemuan ini menyusul kunjungan sang Perdana Menteri dengan Presiden Trump di Oval Office sebelumnya.

"Amerika Serikat memfasilitasi dialog antara Irak dan Suriah mengenai proyek pengembangan energi masa depan dan mendukung pertumbuhan hubungan diplomatik kedua negara," tutur seorang pejabat senior pemerintahan Trump.

Pihak Chevron sendiri telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang mendiskusikan potensi investasi di dua ladang minyak Irak, yaitu Nasiriyah dan West-Qurna-2. "Chevron berharap dapat berbagi keahlian dalam menyukseskan proyek minyak dan gas untuk mendukung Irak mengembangkan sumber daya energinya," jelas juru bicara Chevron.

Namun, Chevron menolak berkomentar lebih jauh mengenai kabar pembangunan pipa minyak tersebut. Perusahaan menyatakan bahwa mereka tidak memberikan komentar atas pernyataan pihak ketiga atau masalah komersial yang belum final.

Kabar penjajakan proyek ini mencuat di tengah kembali melonjaknya harga bahan bakar global setelah Presiden Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata dengan Iran telah berakhir. Di AS, harga eceran bensin reguler kembali merangkak naik menyentuh angka 3,94 dolar AS per galon akibat disrupsi pasokan di Selat Hormuz.

// TOPICS
#chevron #irak #minyak_dunia #selat_hormuz #amerika_serikat #konflik_iran #krisis_energi
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.