Skandal plagiarisme yang mendera mantan profesor Universitas Cambridge, Jason Arday, berbuntut panjang pada pembatalan sejumlah agenda publik penting dalam waktu dekat. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, Jason Arday memutuskan membatalkan penampilannya dalam konferensi Royal Geographical Society di London yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang.
Pihak penyelenggara konferensi mengonfirmasi bahwa pembatalan tersebut terjadi atas permintaan langsung dari sang pembicara. Selain acara di London, nama Jason Arday juga dilaporkan telah menghilang dari daftar pembicara di beberapa agenda lain, termasuk diskusi buku di Edinburgh serta acara di Arizona Women's Board, sementara penerbitan memoarnya tetap berjalan sesuai jadwal pada Agustus ini.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeBadan sosiologi nasional British Sociological Association (BSA) turut mengonfirmasi pengunduran diri Jason Arday dari posisi direktur publikasi dan pengurus. Keputusan mundur diambil setelah gelombang kritik tajam dan investigasi resmi dari Universitas Cambridge terkait dugaan plagiarisme tesis PhD serta validitas rekam jejak akademisnya mencuat ke publik.
Menanggapi tekanan publik yang masif, Jason Arday mengakui adanya kekeliruan dalam karya awalnya namun dengan tegas membantah tuduhan sebagai pembohong. Menurut analisis Kabayan News, beban pengawasan publik serta serangan personal yang intensif membuat biaya psikologis dari kontroversi ini menjadi terlalu berat untuk ditanggung oleh akademisi tersebut.