JK Rowling menawarkan pendanaan hukum bagi pasien wanita National Health Service (NHS) di Inggris yang berencana menggugat sistem layanan kesehatan terkait kebijakan penggunaan ruang khusus wanita oleh perempuan transgender.
Langkah tersebut diambil penulis novel Harry Potter itu menyusul keputusan Midlands Partnership University NHS Foundation Trust (MPFT) yang tetap mempertahankan kebijakan inklusif transgender untuk bangsal, kamar ganti, dan toilet khusus wanita.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMelalui akun media sosial X pada 8 Agustus 2026, Rowling menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan finansial kepada setiap pasien wanita atau staf yang ingin menentang kebijakan tersebut melalui jalur hukum.
Sebelumnya, MPFT menegaskan tidak akan ada perubahan langsung pada kebijakan inklusif mereka meskipun pedoman baru dari Equality and Human Rights Commission (EHRC) telah diterbitkan pada awal Agustus 2026.
Polemik Kebijakan EHRC dan Pro Kontra Layanan Inklusif
Pedoman baru dari Equality and Human Rights Commission (EHRC) menyarankan agar individu transgender menggunakan fasilitas netral gender atau fasilitas yang sesuai dengan jenis kelamin saat lahir.
Meski tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat secara mutlak, panduan tersebut sangat menganjurkan penyedia layanan publik untuk memisahkan fasilitas berdasarkan jenis kelamin biologis.
Kebijakan ini langsung memicu perdebatan sengit di tengah masyarakat Inggris, termasuk kritik tajam dari berbagai kelompok advokasi hak-hak transgender dan sejumlah politisi.
Para pengritik menilai panduan tersebut berpotensi memicu prasangka serta membahayakan keamanan ruang privasi bagi komunitas transgender yang telah lama mengakses fasilitas tersebut.