Satuan Reserse Kriminal Polres Purwakarta, Jawa Barat, tengah menyelidiki secara intensif kasus penemuan jenazah Sumarna (40), seorang petugas sekuriti yang ditemukan tewas di tepi danau Waduk Jatiluhur. Kasat Reskrim Polres Purwakarta, I Made Purwantara, menyatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara, visum, hingga autopsi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebagai bagian dari proses penyidikan, kepolisian juga telah memanggil dan memeriksa sebanyak 12 orang saksi yang terdiri dari rekan kerja korban serta warga setempat. "Saksi yang sudah diperiksa sebanyak 12 saksi, baik warga hingga rekan kerja, sementara kasusnya masih dalam penyelidikan dan penyidikan serta mengembangkan pelaku," imbuh I Made Purwantara pada Sabtu.
Berdasarkan pantauan di lokasi kejadian, garis polisi tampak terpasang sepanjang kurang lebih 3 meter di sekitar area penemuan jenazah. Di titik tersebut, terlihat satu unit perahu milik warga yang sudah lama bersandar dan sempat digunakan untuk membantu proses evakuasi jenazah korban. Tak jauh dari lokasi penemuan, terdapat pula fasilitas dermaga yang biasa digunakan nelayan untuk bongkar muat hasil tangkapan ikan di kawasan Waduk Jatiluhur.
Sementara itu, salah seorang warga setempat bernama Darmi (53) mengungkapkan bahwa korban pertama kali ditemukan berada sekitar 3 meter dari bibir daratan dalam kondisi hampir mengambang. "Ketemunya ada pas pukul 10.00 WIB mah. Pinuh pisan nu ningali," ujarnya menceritakan situasi saat penemuan jenazah.
Darmi juga menambahkan bahwa berdasarkan rumor yang beredar di tengah masyarakat, korban diduga tewas akibat dibunuh setelah sempat menegur sekelompok pemuda yang diduga melakukan aksi vandalisme di sekitar area waduk. Kendati demikian, warga tetap menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kasus tersebut kepada pihak berwajib agar fakta sebenarnya dapat segera terungkap.