Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi membuat gebrakan mengejutkan demi memberantas tindak kejahatan jalanan yang kian meresahkan warga di wilayahnya. Ia resmi menggelar sayembara berhadiah fantastis mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 50 juta bagi siapa saja yang mampu meringkus pelaku begal, jambret, pencuri, maupun copet.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan informasi yang dihimpun, sayembara ini memiliki syarat mutlak yang tidak boleh dilanggar oleh warga. Tersangka yang berhasil dilumpuhkan wajib diserahkan kepada pihak kepolisian dalam keadaan hidup dan utuh tanpa mengalami tindakan kekerasan berlebihan dari amukan massa.
"Ya, nanti yang diberi hadiah itu yang sudah memenuhi kualifikasi dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres. Kalau dalam keadaan babak belur, ya tidak boleh," ungkap Dedi Mulyadi saat ditemui di kawasan Sport Jabar, Arcamanik, Kota Bandung.
Mengutip pernyataan Dedi, ia menegaskan agar masyarakat menahan diri dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri di jalanan. Menurut pengamatannya, toleransi atas luka fisik pada pelaku sangat minimal dan hadiah akan langsung gugur jika pelaku diserahkan dalam kondisi babak belur.
Menariknya, dana untuk hadiah ratusan juta rupiah tersebut murni berasal dari kantong pribadi sang gubernur tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Dari analisis awak media, langkah ini mencerminkan pendekatan kultural yang memanfaatkan tradisi pemberian insentif untuk membangkitkan kembali semangat gotong royong dan sistem keamanan lingkungan (siskamling).
"Karena begini, tradisi bangsa kita itu tradisi hadiah. Di sekolah, kalau ada ranking pertama dan diumumkan, belajarnya jadi rajin. Kemudian di daerah, kalau dilombakan, juga jadi rajin," jelas Dedi terkait alasannya meluncurkan program tersebut.
Sebagaimana dilaporkan sebelumnya, pengumuman ini pertama kali disebarkan melalui akun media sosial Instagram milik Dedi Mulyadi dan langsung memicu antusiasme tinggi dari publik. Sejak program ini digulirkan, aktivitas ronda malam dan patroli warga dilaporkan mulai kembali marak demi mempersempit ruang gerak para pelaku kriminal.
Selain mengandalkan partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga memperketat koordinasi bersama jajaran Polda Jabar serta Polda Metro Jaya. Mobil patroli, petugas Satpol PP, hingga pemadam kebakaran kini dikerahkan untuk bersiaga penuh di berbagai titik rawan demi menjamin keamanan wilayah secara menyeluruh.