Kekeringan ekstrem melanda wilayah Inggris setelah melewati periode musim panas terkering dalam catatan meteorologi, membuat lebih dari dua pertiga wilayahnya dilanda kekeringan. Berdasarkan analisis media, dampak kekeringan parah ini bahkan terlihat sangat jelas dari luar angkasa melalui rekaman visual satelit milik Uni Eropa. Citra dari satelit Copernicus Sentinel-3 menunjukkan perubahan kontras di mana hamparan rumput hijau subur di bagian selatan Inggris pada tahun lalu kini berubah drastis menjadi kecokelatan pada Agustus 2026.
Perbandingan visual turut menyoroti kondisi ikonik taman kota London, Hyde Park, yang hampir seluruh bagiannya tampak gosong akibat terik matahari. Pengamatan visual dari satelit Copernicus Sentinel-2 memperlihatkan perbedaan mencolok antara kondisi rumput hijau tahun lalu dengan hamparan tanah kering tahun ini. Otoritas setempat mencatat bahwa sekitar 71,3 persen wilayah di Inggris kini resmi berada dalam status kekeringan akibat kurangnya curah hujan yang signifikan.
Data meteorologi menunjukkan beberapa wilayah di Inggris mengalami rentetan hari tanpa hujan terpanjang dalam sejarah pencatatan. Wilayah Wisley di Surrey mencatatkan rekor 61 hari berturut-turut tanpa hujan, sementara kawasan Heathrow serta Odiham mengalami masa kering selama 55 hari berturut-turut. Sejumlah lokasi lain di wilayah selatan Inggris bahkan mencatatkan periode kering tanpa tetesan air hujan yang berlangsung lebih dari enam minggu penuh.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenanggapi kondisi darurat tersebut, lembaga observasi kekeringan Uni Eropa melaporkan bahwa sebagian besar wilayah Inggris berada dalam status siaga tinggi. Meskipun prakiraan cuaca menyebutkan potensi turunnya hujan dalam pekan ini, pihak meteorologi memperingatkan agar publik tidak berharap terlalu tinggi terhadap dampaknya. "Hujan diperkirakan turun secara tidak merata disertai potensi badai petir di beberapa tempat," demikian penjelasan dari kantor meteorologi setempat.
Pihak berwenang juga mengingatkan bahwa curah hujan dalam bentuk badai singkat tidak serta-merta langsung memulihkan kondisi tanah yang terlanjur sangat kering. Air hujan lebat justru berisiko langsung mengalir begitu saja di atas permukaan tanah keras tanpa terserap secara mendalam ke dalam lapisan tanah. Kondisi ini membuat upaya pemulihan ekosistem lokal memerlukan waktu lebih panjang meskipun curah hujan mulai kembali turun secara bertahap.