Mengutip laporan RRI, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Udayana atau KKN-PPM Unud Desa Galungan menggelar kegiatan edukasi inovatif bagi masyarakat setempat. Acara yang berlangsung di Buleleng ini berfokus pada pemanfaatan potensi lingkungan melalui budidaya lebah kelulut, pengolahan limbah kotoran ternak, serta budidaya maggot Black Soldier Fly atau BSF.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh sejumlah perangkat desa, Ketua Badan Permusyawaratan Desa, Direktur Badan Usaha Milik Desa, Kelian Subak, kelompok PKK, Sekaa Teruna Teruni, hingga kelompok tani-ternak Desa Galungan. Kehadiran mereka didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Gede Surya Indrawan, S.Si., M.Si., serta menghadirkan narasumber dari Fakultas MIPA Universitas Udayana, I Ketut Putra Juliantara, S.Pd., M.Si.
Dalam pemaparannya, I Ketut Putra Juliantara menjelaskan bahwa lebah tak bersengat atau lebah kelulut menyimpan potensi ekonomi yang besar sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Ia membedakan dua jenis lebah utama, yakni Tetragonula laeviceps atau Kele Bali yang menghasilkan sekitar 250 mililiter madu per koloni dalam enam bulan, serta Heterotrigona itama atau Kele Itama yang mampu menghasilkan sekitar 500 mililiter madu per koloni dalam kurun waktu dua hingga tiga bulan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSebagaimana diwartakan, rangkaian acara tidak hanya berhenti pada pembahasan madu kelulut. Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Udayana bernama Abraham Simeon KS turut memberikan materi penting mengenai cara mengatasi persoalan limbah kotoran ternak seperti sapi, kambing, dan babi yang kerap menimbulkan bau serta pencemaran lingkungan.
"Limbah kotoran bisa diolah melalui proses fermentasi sederhana menggunakan dekomposer dengan mengubah limbah kotoran menjadi pupuk organik selama dua hingga tiga minggu, baik dari skala besar maupun rumahan," ujar Abraham menjelaskan solusi pemanfaatan limbah tersebut.
Ia menambahkan bahwa hasil fermentasi dari kotoran ternak tersebut sangat aman, bebas patogen, serta mampu menyuburkan tanaman perkebunan seperti cengkeh, kopi, durian, alpukat, dan manggis guna mendukung hasil panen yang ramah lingkungan. Selain itu, masyarakat juga diperkenalkan pada pemanfaatan larva Black Soldier Fly atau maggot untuk mengurai sampah organik.
"Maggot dapat digunakan sebagai pakan ikan dan ternak serta pupuk organik karena lalat BSF tidak menularkan penyakit," ungkap penjelasan lebih lanjut dari materi maggot tersebut.
Melalui kegiatan pengabdian yang dilaporkan terlaksana pada bulan Agustus 2026 ini, jajaran mahasiswa KKN-PPM Unud berharap warga Desa Galungan mampu mengoptimalkan sumber daya di sekitar secara mandiri. Inisiatif budidaya lebah kelulut, maggot, dan pengolahan limbah ini diyakini mampu menjadi alternatif penggerak sektor pertanian serta peternakan yang berkelanjutan di masa depan.