Kereta listrik mini berukuran lebar 2 kaki pernah beroperasi secara rutin untuk memantau situasi di Terowongan Holland yang menghubungkan Manhattan, New York, dan Jersey City, New Jersey. Kendaraan bertenaga baterai ini melintasi jalur sempit di atas arus lalu lintas sepanjang 1,6 mil dengan kecepatan mencapai 12 mil per jam demi memastikan keamanan pengendara.
Pengoperasian jalur khusus tersebut baru dimulai pada 1954 atau sekitar 27 tahun setelah Terowongan Holland dibuka secara resmi pada 1927. Kehadiran railcar berkapasitas satu orang seberat 1.300 pon dengan motor 3 tenaga kuda ini dirancang untuk mengurangi kebutuhan jumlah personel kepolisian dari 6 orang menjadi 4 orang.
Desain unik kendaraan tersebut mengharuskan kursi pengemudi berputar karena railcar tidak dapat berbalik arah di atas rel yang sempit. Petugas kepolisian harus memutar posisi duduk di dalam kabin untuk melakukan perjalanan kembali ke titik semula setelah menyelesaikan rute patroli.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeInovasi transportasi mini bertenaga listrik tersebut bertahan cukup lama sebelum akhirnya resmi dipensiunkan pada 2011. Penggunaan teknologi ramah lingkungan di ruang terbatas membuktikan efisiensi operasional kendaraan listrik telah dimanfaatkan sejak beberapa dekade silam.
Sejarah Pembangunan dan Ventilasi Terowongan Holland
Pembangunan Terowongan Holland diinisiasi sebagai alternatif yang lebih murah dibandingkan pembangunan jembatan dengan estimasi awal 11 juta dolar Amerika Serikat. Biaya proyek tersebut membengkak hingga mencapai 48,5 juta dolar Amerika Serikat saat dibuka pada 1927.
Nama terowongan diambil dari kepala insinyur pertama proyek tersebut yaitu Clifford M. Holland yang wafat sebelum pekerjaan selesai. Posisi kepemimpinan dilanjutkan oleh Milton Freeman dan Ole Singstad yang berhasil menyelesaikan megaproyek penyeberangan bawah tanah itu.
Sistem ventilasi canggih turut diterapkan melalui pembangunan 4 gedung di kedua sisi Sungai Hudson yang menampung 84 kipas angin. Perangkat tersebut mampu memperbarui seluruh sirkulasi udara di dalam terowongan secara berkala setiap 90 detik.
Keberadaan infrastruktur bersejarah tersebut menunjukkan bahwa efisiensi teknologi dan mobilitas listrik telah lama menjadi solusi penting dalam mengatasi tantangan mobilitas perkotaan yang padat.