Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Sejarah Panjang Jantung Buatan, Dari...
BERITA

Sejarah Panjang Jantung Buatan, Dari Eksperimen Charles Lindbergh hingga Era Modern

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Ilustrasi teknologi medis jantung buatan modern

Ilustrasi teknologi medis jantung buatan modern

Perkembangan teknologi jantung buatan telah melintasi perjalanan panjang penuh ketekunan ilmiah, inovasi teknik, serta kolaborasi klinis selama hampir satu abad. Berdasarkan analisis Kabayan News, evolusi perangkat penopang kehidupan ini menyoroti jalur panjang dari sebuah konsep laboratorium sederhana menuju teknologi medis modern yang sangat krusial bagi dunia kedokteran kardiovaskular.

Menurut laporan Pharmafile, sejarah awal perangkat ini bermula ketika Elizabeth Morrow jatuh sakit di New York akibat demam rematik, yang kemudian mendorong iparnya, Charles Lindbergh, mencari solusi medis bersama pionir bedah vaskular Alexis Carrel pada tahun 1930. Meskipun upaya tersebut belum berhasil menyelamatkan nyawa Elizabeth, desain pompa berdenyut buatan Lindbergh berhasil menjaga organ hewan tetap hidup selama beberapa pekan di luar tubuh.

Sebagaimana dilaporkan dalam catatan sejarah medis, mesin jantung-paru pertama juga lahir satu abad lalu di Uni Soviet melalui inovasi autojektor karya Sergei Bryukhonenko yang mampu menjaga kepala anjing terpenggal tetap berfungsi selama berjam-jam. Eksperimen rintisan tersebut menginspirasi Vladimir Demikhov menciptakan jantung implan pertama di dunia, membuktikan bahwa konsep penggantian organ pacu vital tersebut secara mekanis benar-benar dapat diwujudkan.

Memasuki era modern, terobosan besar terjadi pada 2 Desember 1982 ketika William DeVries sukses menjahit pompa jantung buatan Jarvik-7 ke dalam dada Barney Clark di University of Utah. Pasien tersebut mampu bertahan hidup selama 112 hari, membuka lembaran baru di mana sebuah jantung buatan permanen terbukti sanggup berfungsi meskipun pasien harus terhubung ke konsol eksternal berukuran besar.

Saat ini, riset global terus berlanjut melalui kontribusi institusi terkemuka dunia seperti Cleveland Clinic, Penn State University, hingga proyek-proyek inovatif mahasiswa di berbagai universitas internasional. Kendati demikian, tantangan mobilitas pasien tetap ada karena sebagian besar perangkat masih memerlukan pasokan daya eksternal berupa baterai berat, menjadikan penyempurnaan total jantung buatan mandiri sebagai fokus utama masa depan kedokteran.

Topics
kesehatan teknologi medis bedah jantung inovasi sejarah
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.