Berdasarkan laporan media, keterbatasan akses terhadap bahan bacaan baru tidak menyurutkan semangat belajar para siswa Pondok Pesantren Darul Hikmah yang berlokasi di Karang Genteng, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Di tengah fasilitas literasi yang minim, para santri menemukan cara unik untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka terhadap dunia luar.
Sebagaimana diwartakan, kondisi perpustakaan di sekolah tersebut sudah lama tidak aktif setelah ruangannya terpaksa dialihfungsikan menjadi ruang kelas demi menunjang kegiatan belajar mengajar. Akibatnya, sisa-sisa buku yang ada harus disimpan di dalam kelas dengan ketersediaan judul yang sangat terbatas dan sebagian besar merupakan terbitan lama.
Menurut keterangan dari salah seorang pengajar tingkat SMP, Furqon, sekolah bahkan belum menerima pembaruan buku pelajaran yang sesuai dengan kurikulum terbaru sejak bertahun-tahun lamanya. Pihaknya mengaku kesulitan mendapatkan pasokan buku penunjang baru meskipun telah berulang kali mengajukan usulan bantuan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendati demikian, situasi pelik tersebut justru melahirkan cerita unik di kalangan para santri. Mengutip informasi dari sumber terpercaya, sebagian siswi tampak antusias menjadikan kamus bahasa Inggris sebagai bahan bacaan favorit yang harus dibaca secara bergantian di area asrama.
Salah satu siswi kelas XI bernama Manda Nilasari mengungkapkan bahwa kamus tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri di luar kitab-kitab wajib pesantren. Bersama rekan-rekannya, ia berharap ke depannya akan ada lebih banyak variasi buku bacaan inspiratif seperti novel maupun kisah nabi yang bisa mereka akses.