Komisi Pemberantasan Korupsi menahan empat tersangka kasus korupsi pengadaan iklan bank daerah yang merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp 223,6 miliar. Berdasarkan pengamatan Kabayan News, penahanan ini dilakukan setelah lembaga antirasuah merampungkan tahap penyidikan awal terhadap manipulasi proyek pengadaan barang dan jasa pada rentang tahun anggaran 2021 hingga 2023.
Plt Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein mengungkapkan dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, bahwa penyidik sebenarnya menetapkan lima orang tersangka sejak 13 Maret 2025 lalu. Kendati demikian, KPK baru menjebloskan empat orang ke sel tahanan pada hari ini, Senin (10/8/2026), sementara satu tersangka utama bernama Yuddy Renaldi meminta penjadwalan ulang pemeriksaan karena alasan kesehatan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Keempat tersangka kami lakukan penahanan untuk 20 hari pertama, terhitung sejak tanggal 10 Agustus sampai dengan 29 Agustus 2026 di Rutan Cabang Gedung Merah Putih KPK," ujar Taufik kepada awak media. Ia menambahkan bahwa tersangka Yuddy Renaldi selaku mantan direktur utama bank daerah tersebut berhalangan hadir akibat kondisi fisik sedang sakit.
Empat tersangka langsung mengenakan rompi oranye dalam konferensi pers tersebut meliputi Widi Hartoto selaku eks pemimpin divisi corporate secretary, Ikin Asikin Dulmanan selaku direktur PT Cakrawala Kreasi Mandiri, Suhendrik sebagai Direktur PT Wahana Semesta Bandung Ekspres, serta Elang Sophan Jaya Kusuma menjabat komisaris PT Cipta Karya Sukses Bersama. Dari analisis Kabayan News, modus operandi yang digunakan para pelaku melibatkan rekayasa pemecahan paket pekerjaan agar terhindar dari prosedur lelang resmi.
Tersangka Widi Hartoto memerintahkan bawahannya memecah anggaran promosi sebesar Rp 410 miliar dari total Rp 801 miliar menjadi kategori di bawah Rp 200 juta serta kisaran Rp 200 juta sampai Rp 1 miliar. Langkah taktis ini bertujuan meloloskan penunjukan langsung tanpa melalui mekanisme lelang kompetitif bersama sejumlah agensi swasta yang sudah dikondisikan sejak awal.