Berdasarkan laporan media, sejumlah pilot maskapai penerbangan melayangkan kritik tajam terkait kapasitas teluk kedatangan di Sydney Airport yang dinilai sangat minim. Kondisi tersebut memaksa pesawat harus tertahan lama di landasan setelah mendarat, sehingga memperlambat proses penumpang turun di bandara tersibuk di Australia itu.
Mengutip laporan dari Sydney Morning Herald, kemacetan di area parkir ini memperburuk situasi penerbangan internasional selama jam sibuk pagi hari antara pukul 07.30 hingga 09.30 waktu setempat. Situasi ini dinilai kian memperparah masalah pengaturan lalu lintas udara yang belakangan kerap kekurangan staf.
Salah satu pilot komersial yang identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa setiap pagi di jam sibuk, banyak pesawat harus menunggu hingga 90 menit hanya untuk mendapatkan posisi parkir. Ia menyebut masalah utama bersumber dari minimnya kapasitas infrastruktur bandara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSelain memicu antrean panjang, para pilot juga menyoroti masalah fasilitas daya listrik darat dan AC yang sering kali tidak berfungsi optimal di sejumlah teluk parkir. Akibatnya, pesawat terpaksa membakar bahan bakar jet demi menjaga lampu kabin dan pendingin udara tetap menyala selama menunggu di taksi.
Menanggapi tudingan tersebut, pihak manajemen Sydney Airport dengan tegas membantah klaim bahwa sebagian besar teluk kedatangan tidak dapat beroperasi. Juru bicara bandara menyatakan bahwa pihaknya telah berinvestasi secara masif untuk meningkatkan fasilitas dan pemeliharaan peralatan darat secara berkala.
Meskipun pihak bandara mengeklaim fasilitas penunjang telah tersedia dengan baik, para awak kokpit berharap ada langkah nyata untuk mengatasi masalah kapasitas ini demi menekan emisi karbon sekaligus meningkatkan efisiensi operasional penerbangan ke depannya.