Sebuah perpustakaan publik di Sydney, Australia, memutuskan untuk menarik sementara waktu sebuah buku yang membahas liputan media mengenai perang di Gaza. Langkah ini diambil setelah seorang penyintas dari tragedi penyerangan Bondi Beach mengaku merasa sangat tertekan saat melihat buku tersebut dipajang di rak.
Sebagaimana diwartakan oleh media The Independent, buku berjudul "How to Sell a Genocide: The Media's Complicity in the Destruction of Gaza" karya penulis Amerika Serikat Adam Johnson ditarik dari Waverley Library. Perpustakaan yang melayani kawasan Bondi dan sekitarnya ini terletak tidak jauh dari lokasi penyerangan mematikan yang terjadi pada Desember lalu.
"Buku tersebut telah ditarik dari rak perpustakaan untuk ditinjau ulang, dan pihak dewan kota akan mempertimbangkan proses guna memastikan pengawasan yang lebih ketat terhadap pemilihan buku," ungkap juru bicara dewan kota Waverley sebagaimana dikutip dari laporan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePihak dewan beralasan bahwa proses pengadaan dan pemilihan buku diserahkan kepada pihak ketiga seperti kebanyakan perpustakaan publik pada umumnya. Penarikan ini dilakukan menyusul laporan dari media lokal yang menyebutkan bahwa seorang penyintas menyampaikan protes melalui media sosial karena menemukan buku tersebut di rak rilis terbaru.
Penulis buku, Adam Johnson, memberikan tanggapan keras atas keputusan tersebut dan menilai bahwa keberatan pihak tertentu didasarkan pada penggunaan kata "genosida" pada judul buku. Menurutnya, istilah tersebut merupakan pandangan umum yang digunakan oleh dunia hak asasi manusia dalam melihat situasi di Gaza.
Keputusan penarikan buku ini menuai respons yang terbelah di tengah masyarakat Australia. Perwakilan komunitas Yahudi menyambut baik langkah tersebut karena menilai buku semacam itu tidak layak berada di dekat lokasi pembantaian, sementara kelompok progresif lainnya mengkritik tindakan tersebut sebagai ancaman terhadap kebebasan berekspresi di ruang publik.