Palme d'Or atau yang dikenal sebagai Golden Palm merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan kepada sutradara dari film panjang terbaik di kompetisi resmi Festival Film Cannes. Penghargaan bergengsi ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1955 oleh komite penyelenggara festival film internasional tersebut.
Sebelum penggunaan nama dan bentuk saat ini, ajang di Cannes sempat menggunakan nama Grand Prix du Festival International du Film dari tahun 1939 hingga 1954. Desain trofi berupa daun palem terinspirasi dari lambang kota Cannes, yang mencerminkan legenda Saint Honorat serta deretan pohon palem di Promenade de la Croisette.
Trofi ikonik ini dibuat dari 4.16 ons atau 118 gram emas kuning 18 karat dengan dasar berbentuk hati kecil di atas potongan kristal murni. Pembuatan trofi tersebut dikerjakan oleh perusahaan perhiasan asal Swiss, Chopard, sejak tahun 1997 dan menjadi simbol kemewahan serta prestasi tertinggi di industri perfilman global.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSepanjang sejarah penyelenggaraannya, hanya ada tiga sutradara wanita yang pernah meraih penghargaan kompetitif ini secara individu, yaitu Jane Campion lewat film The Piano, Julia Ducournau lewat Titane, serta Justine Triet melalui film Anatomy of a Fall.
Fakta Menarik dan Sejarah Unik Penghargaan Palme d'Or
Dalam catatan sejarah Festival Film Cannes, tercatat sebanyak 10 sutradara atau duo sutradara yang berhasil memenangkan penghargaan Palme d'Or sebanyak dua kali. Beberapa nama besar yang masuk dalam daftar elit tersebut di antaranya Francis Ford Coppola, Ken Loach, hingga Michael Haneke.
Pada tahun 2013, sebuah momen unik terjadi ketika film Blue Is the Warmest Color memenangkan Palme d'Or. Juri yang dipimpin oleh Steven Spielberg memutuskan memberikan trofi tidak hanya kepada sutradara Abdellatif Kechiche, tetapi juga kepada dua aktris utama film tersebut yaitu Adele Exarchopoulos dan Lea Seydoux.
Penyelenggaraan festival ini juga sempat mengalami beberapa kali penyesuaian, termasuk pembatalan total pada tahun 2020 akibat pandemi COVID-19 yang membuat tidak ada trofi yang dibagikan untuk pertama kalinya sejak tahun 1968.
Mulai tahun 2026, para pemenang kategori film berbahasa non-Inggris dalam ajang ini juga secara otomatis memenuhi syarat untuk bersaing dalam ajang Academy Award atau Piala Oscar untuk kategori Best International Feature Film.