Di tengah kekhawatiran publik terhadap keamanan data digital, kebutuhan akan layanan penyimpanan awan yang mengutamakan privasi semakin meningkat. Salah satu pemain utama yang kini menarik perhatian adalah Proton Drive, sebuah platform penyimpanan dan sinkronisasi file berbasis cloud yang dikembangkan oleh perusahaan asal Swiss, Proton AG.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Layanan ini pertama kali dikembangkan pada tahun 2019 dengan dukungan dana dari program riset dan inovasi Uni Eropa, Horizon 2020. Setelah melalui tahap uji coba beta bagi pelanggan berbayar maupun gratis, Proton Drive akhirnya resmi diluncurkan secara publik pada September 2022 untuk versi web, disusul kemudian oleh aplikasi mobile serta desktop.
Keunggulan utama yang ditawarkan oleh platform ini terletak pada sistem keamanan tingkat tinggi dengan enkripsi end-to-end. "Jika keamanan dan privasi adalah fokus utama Anda dalam memilih aplikasi penyimpanan awan, Proton Drive adalah pilihan terbaik," tulis salah satu ulasan media teknologi terkemuka, PCMag, menggambarkan keandalan sistem keamanan layanan tersebut.
Seiring berjalannya waktu, Proton AG terus memperluas fitur dan ketersediaan platform ini ke berbagai perangkat, mulai dari aplikasi Windows, macOS, Android, hingga iOS. Perusahaan juga menghadirkan berbagai fitur penunjang produktivitas seperti version control, pencadangan foto otomatis, hingga peluncuran Proton Docs dan Proton Sheets untuk kolaborasi dokumen secara real-time.
Meski pada awal kemunculannya sempat mendapat ulasan beragam karena kapasitas penyimpanan gratis yang terbatas serta minimnya fitur kolaborasi, pembaruan berkelanjutan berhasil mengubah pandangan publik. Sejumlah pengulas teknologi bahkan menyebut layanan ini kini sudah layak menjadi alternatif tangguh bagi raksasa penyimpanan seperti Google Drive.