Peringatan Hari Anak Nasional kembali menyoroti kondisi industri hiburan layar lebar di Indonesia yang dinilai masih minim menyajikan tontonan ramah anak. Di tengah gempuran film horor, komedi dewasa, hingga drama percintaan di bioskop, keberadaan film berkualitas yang dikhususkan bagi anak-anak justru kian langka.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dosen Prodi Televisi dan Film Fikom Unpad, Fajar Syuderajat, menilai industri perfilman nasional seolah enggan menyentuh isu-isu sensitif yang dekat dengan dunia anak. Film anak di Indonesia masih sering dikotakkan sebagai tontonan musikal ringan atau petualangan sederhana, tanpa menyentuh realitas seperti perundungan maupun kesehatan mental.
Masalah ini diperparah oleh lemahnya penegakan aturan rating usia dari Lembaga Sensor Film di bioskop. Banyak orang tua yang nekat membawa anak-anak usia sekolah dasar hingga balita masuk ke studio yang memutar film berlabel 17+ atau 21+ demi kepentingan hiburan pribadi.
Pengelola bioskop juga dinilai kurang tegas dalam melakukan verifikasi usia penonton di pintu masuk studio. Kebanyakan pengelola terkesan membiarkan pelanggaran tersebut demi mengejar angka penjualan tiket atau menghindari konflik langsung dengan konsumen.
"Jika sebuah film ber-rating 17+, maka siapa pun yang berusia di bawah 17 tahun tidak boleh masuk studio, titik. Tidak ada alasan kan ditemani orang tua," tegas Fajar Syuderajat saat mengkritik kendurnya aturan masuk bioskop.
Untuk mewujudkan ekosistem yang benar-benar melindungi anak, dibutuhkan keberanian sineas dalam memproduksi film anak yang edukatif dengan dukungan pemerintah. Selain itu, pengelola bioskop wajib menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap pelanggaran rating usia.
Kesadaran dan literasi tontonan dari orang tua juga menjadi kunci utama dalam melindungi anak dari paparan visual yang belum layak dicerna. Menyayangi anak harus diwujudkan dalam tindakan nyata, termasuk membatasi akses tontonan yang tidak sesuai dengan usia mereka.