Suasana salah satu ruang kelas di SMP Katolik St. Fransiskus Xaverius Pineleng mendadak riuh namun penuh perhatian pada Jumat pagi. Selama satu jam, puluhan siswa baru disuguhkan obrolan santai tapi sarat gizi tentang masa depan mereka dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Hadir sebagai pembicara, Ketua Perhimpunan Putra Putri (PPP) Brimob sekaligus penggiat anti-narkoba, Lexie Kalesaran. Ia membawakan materi krusial mengenai bahaya penyalahgunaan Narkoba atau Napza (Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif lainnya) di kalangan remaja.
Acara dibuka dengan pengantar hangat dari Kepala Sekolah, Erry Ratag, didampingi Ketua Panitia MPLS, Yanti Tatu. Begitu naik podium, Lexie langsung memecah kekakuan dengan menyapa para siswa lewat kalimat motivasi, bahkan bernostalgia menceritakan masa-masa sekolahnya dulu.
Pendekatan interaktif ini sukses memancing gelak tawa sekaligus antusiasme para siswa, guru, hingga mahasiswa STFS Pineleng yang turut hadir. Menggunakan bantuan visual LCD, Kalesaran mengemas materi berat menjadi obrolan yang mudah dicerna oleh para remaja.
"Narkoba itu bukan cuma merusak fisik, tapi juga masa depan yang sedang kalian rakit," pesan Lexie di sela-sela pemaparan jenis-jenis Napza dan risiko fatalnya.
Dalam sesi dialog, terungkap fakta mencengangkan bahwa penyalahgunaan narkoba kini sudah merambah ke kalangan pelajar dan mahasiswa dalam angka yang memprihatinkan. Lexie membedah beberapa poin penting yang wajib diketahui para siswa agar terhindar dari lingkaran setan tersebut.
Kalesaran mengingatkan dengan tegas agar para siswa tidak sekali-kali penasaran untuk mencoba narkoba. Dampak buruknya tidak hanya menghancurkan diri sendiri, tetapi juga membawa luka mendalam bagi keluarga, serta ancaman hukum yang berat jika terlibat dalam jaringannya.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh siswa untuk mengalihkan energi masa muda mereka ke hal-hal positif. "Fokuslah belajar, kenali arti kehidupan, dan kejar masa depan. Salurkan bakat kalian lewat Pramuka, olahraga, seni, atau kegiatan keagamaan. Jadilah anak muda kebanggaan keluarga, sekolah, dan masyarakat!" pungkasnya.