Misi penyelamatan satelit Neil Gehrels Swift Observatory oleh NASA resmi gagal setelah pesawat servis buatan Katalyst Space Technologies mengalami kendala teknis serius. Berdasarkan laporan resmi pada Rabu, masalah pada sistem kendali sikap membuat pesawat penyelamat bernama LINK tidak mampu mendorong teleskop ke orbit yang lebih aman.
Kegagalan misi penyelamatan tersebut memastikan teleskop andalan itu akan segera terbakar di atmosfer Bumi dalam beberapa bulan mendatang. Pengamatan Kabayan News menunjukkan hilangnya observatorium ini akan mengurangi kemampuan para ilmuwan dalam mendeteksi ledakan sinar gamma, suar lubang hitam, dan komet di ruang angkasa.
Administrator NASA Jared Isaacman menyatakan bahwa tim telah bekerja dengan kecepatan luar biasa untuk memberikan kesempatan kedua bagi teleskop tersebut. "Tim bergerak dengan kecepatan luar biasa untuk memberi Swift kesempatan menjalankan lebih banyak sains," ujarnya dalam sebuah pernyataan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun misi penyelamatan utama gagal, pihak Katalyst Space Technologies tetap berencana melakukan uji coba terbang lintas dekat guna menguji teknik navigasi dan penyambungan satelit masa depan. Perusahaan swasta asal Arizona tersebut menilai proyek berisiko tinggi ini tetap memberikan banyak pelajaran penting bagi industri antariksa.