Kisah Frank Serpico, seorang polisi yang berani membongkar praktik korupsi di New York Police Department (NYPD), menjadi cermin pentingnya menjaga integritas dan idealisme. Perjuangan penegakan hukum terhadap korupsi tidak pernah mudah, sebab godaan penyimpangan kerap datang dari dalam sistem itu sendiri.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam dinamika bernegara, tatanan kekuasaan yang terlalu dominan atau manipulatif berisiko merusak tatanan sosial masyarakat. Ketika kekuasaan dioperasikan tanpa kendali etis, fungsi perlindungan terhadap rakyat jelata kerap berubah menjadi bentuk keserakahan baru yang merugikan publik.
John Gardner pernah merenungkan bahwa tidak ada bangsa yang dapat mencapai kebesaran tanpa memercayai sesuatu yang memiliki dimensi moral. Bagi Indonesia, dimensi moral tersebut berakar kuat pada nilai-nilai Pancasila yang mencakup kebangsaan, internasionalisme, mufakat, kesejahteraan, dan ketuhanan.
Namun dalam perjalanannya, nilai-nilai dasar Pancasila kerap terabaikan dan menyempit menjadi sekadar formalitas administratif demi melengkapi kepentingan sekelompok pihak. Pergeseran hakikat ini mirip dengan pengabaian moralitas yang terjadi dalam ranah penegakan hukum ketika integritas dikalahkan oleh keserakahan.
Untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran, diperlukan lembaga negara yang sehat serta individu-individu yang konsisten menjaga nilai moral. Mengikis jarak antara idealisme dan realitas menjadi tugas bersama demi memastikan praktik korupsi tidak merusak mekanisme keadilan bangsa.