Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sleman menyalurkan 170 paket bantuan nutrisi dengan total nilai mencapai Rp25,5 juta kepada keluarga berisiko stunting. Langkah ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) sekaligus mengakselerasi program pengentasan stunting di wilayah Kabupaten Sleman.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan data yang dihimpun, perwakilan penerima bantuan berasal dari keluarga berisiko stunting yang berada di bawah pendampingan Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dari lima kapanewon, yaitu Kapanewon Gamping, Pakem, Minggir, Seyegan, dan Turi. Penyaluran bantuan ini secara khusus ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi harian bagi keluarga sasaran.
Dari pantauan redaksi, skema penyaluran bantuan disinergikan secara langsung dengan program prioritas pemerintah daerah agar distribusi bantuan tepat sasaran. Kolaborasi interdisipliner ini menjadi salah satu penopang utama dalam mempercepat penurunan angka stunting di tingkat lokal.
Menurut Wakil Ketua III Baznas Sleman, Muhyi Darmaji, penyaluran bantuan nutrisi ini merupakan wujud nyata komitmen pihaknya dalam mengoptimalkan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dana masyarakat tersebut dialokasikan untuk mendukung program-program strategis pemerintah demi meningkatkan kualitas hidup warga yang membutuhkan.
"Dengan dukungan para muzaki yang menunaikan zakat melalui Baznas Kabupaten Sleman, kami berharap bantuan nutrisi ini dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga penerima manfaat sekaligus mendukung terwujudnya generasi Sleman yang sehat, kuat, dan berkualitas," ujar Muhyi Darmaji.
Menurut Muhyi, pencegahan stunting menjadi pilar utama dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Pihaknya optimistis bahwa intervensi gizi ini mampu memberikan dampak jangka panjang bagi pemenuhan kesehatan anak-anak di Sleman guna menyongsong terwujudnya generasi emas Indonesia pada tahun 2045 mendatang.