Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa sejumlah profesor di Indonesia saat ini tengah gencar mengembangkan inovasi bensin yang berbahan baku dari kelapa sawit. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara dalam acara peringatan Hari Koperasi Nasional yang berlangsung di Indonesia Arena, Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Minggu (12/7/2026).
// RELATED STORIES
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Sekarang →Menurut penjelasan Presiden Prabowo Subianto, langkah ini diambil setelah Indonesia mencatat keberhasilan besar dalam meluncurkan program B50. Berdasarkan catatan pemerintah, program tersebut merupakan bahan bakar biodiesel yang memanfaatkan campuran 50 persen solar fosil dan 50 persen minyak kelapa sawit murni yang diproduksi oleh para petani lokal.
Dari pantauan redaksi, setelah sukses mengimplementasikan inovasi pada sektor solar, pemerintah kini mengalihkan fokus untuk mengembangkan varian bensin berbasis tanaman. "Dan profesor-profesor kita sekarang sedang mengembangkan bensin dari kelapa sawit! Etanol dari singkong, dari jagung, dari sorgum saudara-saudara," ujar Presiden di hadapan para peserta acara.
Presiden Prabowo Subianto berharap agar proyek riset yang dilakukan oleh para peneliti tanah air ini dapat diselesaikan dalam jangka waktu 3 hingga 4 tahun mendatang. Melalui target tersebut, Indonesia diharapkan sudah mampu memproduksi secara massal bensin ramah lingkungan berbasis komoditas tanaman pada tahun 2030.
Berdasarkan analisis pemerintah, keberhasilan inovasi bahan bakar alternatif ini diproyeksikan akan membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian nasional. Presiden menegaskan bahwa pemanfaatan kelapa sawit, singkong, jagung, hingga sorgum sebagai bahan baku energi akan mendongkrak kesejahteraan dan kemakmuran para petani di seluruh pelosok Indonesia.