Penantian panjang para wali murid SDN Kebayoran Lama Selatan 09 akhirnya mendapatkan jawaban pasti. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berjanji akan turun langsung meninjau kondisi bangunan sekolah yang ambruk dan terbengkalai selama hampir dua tahun tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pramono menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar rapat untuk membahas perbaikan gedung sekolah itu. Ia menjadwalkan kunjungan langsung ke lokasi guna memastikan penanganan masalah pendidikan ini berjalan cepat.
"Yang pertama saya jawab yang mengenai SD Negeri 9 di Kebayoran Lama. Kebetulan kemarin kami sudah rapatkan dan hari ini dirapatkan kembali untuk diputuskan. Besok saya akan melakukan kunjungan ke lapangan," ujar Pramono saat ditemui di kawasan Sunter, Jakarta Utara, Kamis (23/7/2026).
Pramono menegaskan bahwa sektor pendidikan, kesehatan, dan sosial merupakan layanan dasar utama yang menjadi prioritas perbaikan di Jakarta. Ia mengaku baru mengetahui kondisi miris sekolah tersebut setelah ramai dan viral di media sosial.
"Intinya adalah pendidikan bagi saya, pendidikan, kesehatan, dan sosial itu bagi saya adalah hal yang paling mendasar yang harus diperbaiki di Jakarta," tegas politikus senior PDIP tersebut.
Untuk merealisasikan perbaikan cepat, Pramono siap memanfaatkan skema pembiayaan alternatif seperti dana Koefisien Lantai Bangunan (KLB), mengingat anggaran di APBD maupun APBD Perubahan saat ini tidak memungkinkan.
"Dan terus terang untuk hal yang berkaitan dengan pendidikan di SD Negeri 9 Kebayoran Lama, saya sudah memerintahkan walaupun anggarannya belum ada di APBD atau APBD Perubahan, kita bisa menggunakan dana-dana yang ada, salah satunya KLB dan sebagainya," tambah Pramono.
Ia juga memastikan keputusan mengenai waktu mulainya proses pembangunan bakal segera diambil usai rapat terbatas. Kepastian ini menjadi angin segar bagi para orang tua siswa yang selama ini cemas.
Persoalan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 mencuat ke publik setelah para wali murid mengunggah kondisi bangunan yang rusak ke media sosial. Mereka mengaku lelah karena ketidakpastian renovasi yang tak kunjung terealisasi sejak sekolah roboh pada 27 November 2024.
Kondisi di lapangan menunjukkan genteng dan struktur atap yang roboh masih dibiarkan terbengkalai tanpa pembersihan. Hal itu membuat suasana lingkungan sekolah tampak terabaikan dan terkesan angker.
Salah satu orang tua murid, Evi (33), mengungkapkan rasa frustrasinya atas kondisi sekolah anaknya. "Kita enggak mau yang terlalu gimana-gimana gitu kan, karena kita selama dua tahun ini udah cukup lumayan sabar untuk menunggu tapi ternyata enggak juga diperbaiki," pungkas Evi.