Abjad Paleo-Ibrani atau Abjad Ibrani Kuno adalah suatu abjad yang muncul dari rumpun bahasa Semit dan sangat mirip dengan abjad Fenisia yang menjadi asal mulanya. Berdasarkan catatan sejarah, sistem penulisan ini mulai dipakai sekitar abad ke-10 SM atau sebelumnya dalam penulisan bahasa Ibrani oleh orang Israel yang kemudian terpisah menjadi orang Yahudi dan orang Samaria.
Berdasarkan analisis awak media dari berbagai sumber epigrafi, tulisan tertua dalam abjad Paleo-Ibrani ditemukan pada batu di sebuah tembok di Tel Zayit yang dikenal sebagai Batu Zayit di Lembah Beth Guvrin. Penemuan penting lainnya seperti Kalender Gezer turut memperkuat bukti bahwa abjad ini sudah dipakai luas dalam kebudayaan Kerajaan Israel dan Kerajaan Yehuda sejak zaman kuno.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSeiring berjalannya waktu, penggunaan abjad Paleo-Ibrani mulai ditinggalkan oleh orang Yahudi sejak abad ke-5 SM ketika mereka beralih menggunakan abjad Aram sebagai sistem penulisan resmi. Kendati demikian, kelompok Samaria tetap melestarikan penggunaannya melalui derivatif abjad Samaria hingga saat ini, sementara ragam kunonya telah dimasukkan ke dalam standar Unicode pada tahun 2006.