Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Rumah Cengkareng, Jejak...
BERITA

Profil Rumah Cengkareng, Jejak Landhuis Bersejarah di Jakarta

By Redaksi Kabayan News • 3 min read • 9 Agustus 2026
Ilustrasi kawasan bersejarah Rumah Cengkareng di masa kolonial

Ilustrasi kawasan bersejarah Rumah Cengkareng di masa kolonial

Rumah Cengkareng atau Landhuis Tjengkareng merupakan bangunan bersejarah penting di wilayah barat Batavia yang dirancang oleh arsitek Michiel Romp pada tahun 1762 atas permintaan pemilik tanah partikelir saat itu, Hendrik van Stocktum. Kehadiran bangunan megah ini kemudian menjadi identitas utama serta ikon kawasan Cengkareng sepanjang abad ke-19 hingga masa kemerdekaan.

Berdasarkan catatan arsip kolonial seperti majalah gaya hidup In En Om Batavia, Landhuis Tjengkareng memiliki keunikan arsitektur berupa bangunan bangsawan Prancis dari era Raja Louis XV. Kompleks bangunan ini sempat berpindah tangan ke berbagai pemilik, termasuk para tuan tanah Tionghoa seperti Lie Kian Tek yang mempertahankan keaslian bangunannya sekaligus membuka toko roti di tepi Kali Mookervaart.

Dalam catatan sejarah perjuangan bangsa, bangunan ikonik ini juga pernah saksi bisu pertempuran sengit pada masa revolusi kemerdekaan September 1945 ketika dijadikan tempat persembunyian Tentara Keamanan Rakyat. Kepungan pasukan KNIL kala itu berujung pada peristiwa tragis yang mengakibatkan bangunan tersebut terbakar dan puluhan personel TKR gugur di lokasi.

Memasuki penghujung dekade 1980-an, sisa-sisa keberadaan Landhuis Tjengkareng akhirnya lenyap sepenuhnya akibat tergusur oleh proyek pembangunan Jalan Outer Ring Road dan kini telah berubah menjadi kawasan pertokoan modern. Hilangnya bangunan bernilai sejarah tinggi ini meninggalkan penyesalan mendalam bagi para sejarawan dan pemerhati cagar budaya.

Asal-Usul Nama dan Perkembangan Wilayah Cengkareng

Kawasan Cengkareng sendiri memiliki akar sejarah panjang yang bermula dari pembangunan kanal irigasi dan pelayaran Mookervaart oleh Cornelis van Mook antara tahun 1679 hingga 1687. Saluran air strategis tersebut sengaja dibangun untuk menghubungkan benteng pertahanan Tangerang dengan benteng Angke di Batavia demi kepentingan militer maupun jalur perdagangan VOC.

Para pedagang dari Ciampea kemudian memanfaatkan sisi utara kanal Mookervaart sebagai pusat aktivitas perdagangan baru yang dinamakan kampung Tjangkarang. Seiring berjalannya waktu, pelafalan lidah orang-orang Eropa mengubah nama tersebut menjadi Tjengkareng yang kini diabadikan sebagai nama kecamatan di Jakarta Barat.

Sebelum berkembang menjadi kawasan hunian dan industri perkebunan, wilayah sekitar tanah partikelir Tjengkareng sempat menjadi pusat industri gula tradisional pada abad ke-18. Namun, tingginya biaya operasional akibat kelangkaan kayu bakar membuat pabrik gula di wilayah tersebut terpaksa ditutup sebelum akhirnya dialihfungsikan menjadi lahan perkebunan produktif.

Transformasi wilayah dari kawasan perkebunan kolonial menjadi pusat urban modern menjadikan jejak fisik masa lalu seperti Landhuis Tjengkareng kini hanya tinggal kenangan dalam literatur sejarah. Kendati demikian, kisah pembangunan kanal Mookervaart hingga dinamika perjuangan kemerdekaan di tempat ini tetap menjadi bagian penting dari narasi besar perkembangan kota Jakarta.

Topics
rumah cengkareng landhuis tjengkareng sejarah jakarta mookervaart arsitektur kolonial batavia tkr
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.