Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Buku Marxism and the...
BERITA

Profil Buku Marxism and the Oppression of Women Karya Lise Vogel

By Septy Nusaira Gehntari 3 min read 5 September 2026
Buku Marxism and the Oppression of Women karya Lise Vogel mengkaji akar penindasan perempuan dalam masyarakat kapitalis

Buku Marxism and the Oppression of Women karya Lise Vogel mengkaji akar penindasan perempuan dalam masyarakat kapitalis

Marxism and the Oppression of Women: Toward a Unitary Theory adalah buku karya sosiolog Lise Vogel yang pertama kali diterbitkan pada tahun 1983 dan kemudian mendapatkan edisi revisi pada tahun 2013. Karya ini diakui secara luas sebagai kontribusi penting dalam bidang marxisme feminis. Buku tersebut mengkaji berbagai pandangan Karl Marx dan Friedrich Engels terkait akar penyebab penindasan terhadap perempuan dalam sejarah.

Dalam tulisannya, Lise Vogel meninjau cara gerakan sosialis di Eropa serta Amerika Serikat dalam menangani isu penindasan perempuan dari masa ke masa. Ia berpendapat bahwa penindasan tersebut harus dipahami melalui peran perempuan dalam reproduksi sosial, khususnya dalam memproduksi tenaga kerja. Pendekatan ini menawarkan sudut pandang yang menyatukan analisis kelas dan penindasan gender.

Meskipun sempat menerima ulasan yang beragam pada awal penerbitannya di tahun 1983, buku ini kini dipandang sebagai teks fondasi Teori Reproduksi Sosial. Para akademisi dan peneliti di bidang sosiologi kontemporer sering merujuk karya ini untuk memahami hubungan antara kapitalisme dan penindasan perempuan. Relevansi buku ini terus diakui dalam diskursus teori sosial modern.

Hingga kini, publikasi tersebut tetap menjadi rujukan utama bagi para aktivis dan akademisi yang mendalami kajian feminisme sosialis. Berbagai diskusi dan analisis lanjutan terus dikembangkan berdasarkan kerangka teori kesatuan yang digagas oleh Vogel. Warisan intelektual dari buku ini memperkaya pemahaman mengenai perjuangan emansipasi perempuan secara global.

Latar Belakang dan Analisis Teoretis

Latar belakang penulisan buku ini berakar dari upaya Lise Vogel untuk menguji kekuatan analisis Marxis dalam menjawab persoalan perempuan di era modern. Ia secara terbuka menolak asumsi keliru dari sebagian sosialis yang menganggap tradisi Marxis klasik sudah memberikan analisis yang tuntas mengenai penindasan perempuan. Melalui kajian mendalam, ia berupaya mengisi celah teoretis yang ditinggalkan oleh para pemikir terdahulu.

Vogel berpendapat bahwa pandangan Karl Marx mengenai isu perempuan memang masih kurang berkembang, namun tetap mengandung wawasan yang sangat berguna. Konsep Marx tentang konsumsi individu, nilai tenaga kerja, dan cadangan industri memberikan landasan yang kuat untuk studi reproduksi sosial. Di sisi lain, ia mengkritik karya Friedrich Engels karena dinilai terlalu utopis dan bersandar pada teori sistem ganda.

Dalam penelusurannya terhadap gerakan sosialis masa lalu, Vogel juga menganalisis pemikiran para tokoh penting di sekitar era Internasional Kedua dan Revolusi Rusia. Ia mengkritik sebagian besar tulisan pada masa itu yang mencampuradukkan unsur utopisme, liberalisme, dan teori sistem ganda. Kendati demikian, ia mengapresiasi karya Vladimir Lenin dan Clara Zetkin yang dianggap lebih pragmatis dalam melibatkan perempuan dalam revolusi.

Fondasi teoretis yang dibangun oleh Vogel menolak pendekatan terpisah antara penindasan kelas dan penindasan gender. Ia menguraikan dua kecenderungan kontradiktif dalam perdebatan sosialis, yakni pendekatan sistem ganda versus pendekatan reproduksi sosial. Dari perbandingan tersebut, ia secara tegas memilih dan merumuskan ulang teori penindasan perempuan melalui perspektif reproduksi sosial.

Dampak, Kritik, dan Pengaruh Global

Pengaruh utama buku ini terletak pada keberhasilannya merintis jalan bagi perkembangan Teori Reproduksi Sosial dalam diskursus akademis modern. Dengan menggeser fokus analisis ke ranah reproduksi tenaga kerja, karya ini memberikan kerangka baru yang lebih kokoh bagi marxisme feminis. Kontribusi ini membantu para sarjana melihat hubungan langsung antara eksploitasi ekonomi kapitalis dan penindasan domestik.

Dampak buku ini turut dirasakan dalam berbagai ulasan kritis dari jurnal sosiologi terkemuka di Amerika Utara dan Eropa. Berbagai tanggapan positif maupun perdebatan akademik pasca-penerbitannya membantu memperkaya khazanah pemikiran tentang ketimpangan sosial. Buku ini berhasil memicu dialog kritis di antara para teoretisi marxis dan feminis lintas generasi.

Pengakuan luas terhadap pentingnya karya ini dibuktikan dengan diterbitkannya edisi revisi khusus dalam seri buku materialisme historis pada tahun 2013. Kehadiran edisi tersebut memperbarui jangkauan gagasan Vogel bagi para pembaca dan peneliti masa kini. Karya ini terus dipelajari di berbagai universitas sebagai bagian dari kurikulum studi gender dan sosiologi politik.

Pengaruh jangka panjang dari pemikiran Lise Vogel nampak pada kebangkitan minat terhadap teori reproduksi sosial dalam gerakan sosial abad ke-21. Buku ini memastikan bahwa analisis Marxis tetap memiliki perangkat konseptual yang tajam untuk membongkar akar penindasan struktural. Warisannya terus menginspirasi generasi baru peneliti yang memperjuangkan kesetaraan dan pembebasan perempuan.

Topics
literature marxisme feminis sosiologi teori sosial buku klasik
Jurnalis & Analis

Septy Nusaira Gehntari adalah jurnalis yang memiliki ketajaman analisis dalam berbagai isu. Ia dikenal dengan pendekatan humanis dalam menulis dan kemampuannya menyajikan berita kompleks menjadi mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan.