Seekor bagal membantu para peneliti menyusun genom referensi paling lengkap untuk kuda dan keledai, memberikan akses ke wilayah DNA kompleks yang sebelumnya tidak terjangkau.
Studi internasional yang dipimpin oleh peneliti di University of Kentucky Martin-Gatton College of Agriculture, Food and Environment ini diterbitkan dalam jurnal Cell Genomics.
Para peneliti menciptakan genom baru dengan menggunakan DNA dari seekor bagal betina yang mewarisi satu set kromosom dari induk kuda dan satu set dari ayah keledai.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePerbedaan genetik yang cukup jelas di antara kedua set tersebut memungkinkan para ilmuwan memisahkan dan merekonstruksi genom kuda serta keledai dari satu hewan yang sama.
Peningkatan Komponen Genom dan Perbandingan Centromere
Metode pengurutan DNA canggih digabungkan untuk menyusun wilayah telomere dan centromere berulang serta menempatkan jutaan huruf DNA pada urutan yang benar.
Perakitan baru menghasilkan tambahan sekitar 11,4 persen sekuens pada kuda dan 11,5 persen lebih banyak pada keledai dibandingkan referensi sebelumnya.
Analisis menunjukkan bahwa DNA satelit membentuk sekitar 9 persen dari genom kuda dan 8,3 persen dari genom keledai dengan karakteristik yang sangat bervariasi.
Temuan ini juga memperlihatkan bahwa centromere dapat berpindah di dalam sebuah kromosom tanpa mengubah urutan DNA dasar pada kedua hewan tersebut.
Referensi genom baru ini diharapkan dapat mendukung Equine Pangenome Project dalam memahami variasi genetik, kesehatan, serta risiko penyakit pada berbagai ras hewan.