Kabayan News Kabayan News
/home / teknologi / Eksperimen Tanah Mars, Ahli Botani...
TEKNOLOGI

Eksperimen Tanah Mars, Ahli Botani Sukses Tanam 4200 Benih

By Tomi Ali 2 min read 5 September 2026
Ahli botani Wieger Wamelink berhasil menanam ribuan benih di simulasi tanah Mars

Ahli botani Wieger Wamelink berhasil menanam ribuan benih di simulasi tanah Mars

Ahli botani Wieger Wamelink memulai eksperimen menanam benih di tanah tiruan Mars pada tahun 2013 untuk menguji potensi keberlangsungan hidup tanaman di planet merah tersebut. Berbekal rasa penasaran sejak kecil terhadap dunia antariksa, ia meracik media tanam khusus menggunakan batuan vulkanik bumi yang karakternya mirip dengan hasil analisis wahana penjelajah Mars.

Tim penelitian Wamelink menanam 4.200 benih dari 14 spesies tanaman berbeda di dalam media regolith tiruan tersebut. Hasilnya, hampir seluruh benih yang ditanam berhasil berkecambah, bahkan beberapa di antaranya mulai memunculkan tunas dalam kurun waktu 24 jam saja.

Kendati demikian, fase perkecambahan yang cepat tidak serta-merta membuat tanaman tumbuh subur secara optimal. Media regolith Mars diketahui tidak memiliki kandungan organik yang kaya seperti tanah bumi, serta mengandung logam berat dan perchlorates yang menjadi tantangan tersendiri bagi pertumbuhan vegetasi.

Tim peneliti kemudian berinovasi dengan menambahkan pupuk kandang, bakteri penetral racun, hingga cacing tanah khusus untuk mengurai bahan organik dan memperbaiki kualitas media tanam. Serangkaian rekayasa tersebut berhasil membuahkan hasil signifikan berupa keberhasilan panen berbagai komoditas seperti tomat, bayam, bawang putih, hingga lobak.

Menu Makan Malam Spesial dari Panen Simulasi Mars

Tanaman kale menunjukkan performa yang sangat impresif karena mampu tumbuh lebih baik di dalam media tiruan Mars dibandingkan pada tanah lokal bumi. Sementara itu, komoditas umbi seperti kentang terbukti jauh lebih rumit untuk dibudidayakan meskipun peluang keberhasilannya tetap terbuka.

Keberhasilan eksperimen tersebut berlanjut pada tahun 2016 ketika Wamelink menggelar jamuan makan malam istimewa menggunakan bahan pangan hasil panen simulasi Mars. Berdasarkan uji laboratorium, tanaman-tanaman tersebut terbukti sama bergizi dan lezatnya jika dibandingkan dengan komoditas pertanian konvensional di bumi.

Hingga saat ini, Wamelink masih mendedikasikan waktu untuk meneliti pengembangan sistem pertanian luar angkasa agar dapat diterapkan di masa depan. Riset lanjutan terus digalakkan guna memecahkan berbagai kendala teknis terkait ketersediaan air bersih dan tingkat keasaman tanah antariksa.

Eksperimen unik ini membuktikan bahwa batas imajinasi manusia mengenai pemanfaatan ruang angkasa kini mulai mendekati kenyataan. Langkah demi langkah terus ditempuh oleh para ilmuwan untuk menjawab pertanyaan mendasar tentang kelangsungan kehidupan di luar planet bumi.

Topics
wieger wamelink tanah mars pertanian luar angkasa tanaman sains penelitian botani mars
Jurnalis Teknologi & Gaya Hidup

Tomi Ali adalah jurnalis yang menggabungkan ketertarikannya pada teknologi dan gaya hidup. Ia mengulas perkembangan teknologi terbaru, inovasi digital, serta tren gaya hidup modern dengan gaya penulisan yang segar dan mudah diakses oleh pembaca awam maupun profesional.