Profil wilayah Condet di Kramat Jati Jakarta Timur menyimpan catatan sejarah yang panjang sejak masa kolonial Belanda hingga kini menjadi salah satu titik penting di ibu kota. Wilayah ini sekarang terbagi menjadi dua kelurahan, yaitu Batuampar dan Balekambang.
Asal usul nama Condet berasal dari sebutan anak sungai Ciliwung yaitu Ci Ondet. Kata ondet merujuk pada pohon ondet atau buni dengan nama ilmiah Antidesma diandrum Sprg yang buahnya kerap dikonsumsi masyarakat setempat pada masa lampau.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeCatatan tertulis tertua mengenai kawasan ini ditemukan dalam laporan perjalanan Abraham van Riebeeck pada 24 September 1709. Dalam catatan tersebut, rombongan melintasi kawasan anak sungai Ci Ondet dalam perjalanan peninjauan wilayah.
Keterangan berikutnya tercatat dalam surat wasiat Pangeran Purbaya dari Banten pada 25 April 1716 serta Resolusi pimpinan Kompeni di Batavia tertanggal 8 Juni 1753 terkait penjualan tanah partikelir di kawasan tersebut.
Transformasi Condet dari Kebun Buah Menjadi Permukiman
Dahulu kala kawasan ini sangat terkenal sebagai sentra perkebunan buah lokal unggulan seperti duku dan salak. Seiring laju urbanisasi serta pertambahan populasi penduduk, lahan perkebunan tersebut perlahan beralih fungsi menjadi area permukiman.
Pada masa kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin, wilayah ini sempat dicanangkan sebagai kawasan cagar budaya masyarakat Betawi. Status khusus tersebut bertujuan melestarikan warisan budaya lokal di tengah arus modernisasi kota.
Namun program pelestarian tersebut tidak berlanjut secara optimal karena pergeseran demografi. Masuknya gelombang masyarakat pendatang membuat proporsi populasi masyarakat Betawi asli di kawasan ini semakin berkurang.
Kendati lanskap fisik telah berubah drastis menjadi area perkotaan yang padat, jejak historis nama Condet tetap melekat kuat sebagai identitas kultural penting di wilayah Jakarta Timur.