Profil Dewa Indra mengupas tuntas sosok dewa petir dan raja kahyangan yang memegang peranan sangat penting menurut ajaran agama Hindu. Ia diyakini sebagai penguasa langit, cuaca, guntur, badai, hujan, curah air, serta peperangan yang sering muncul dalam berbagai kitab suci.
Dalam literatur sastra Hindu seperti kitab Purana dan Itihasa, posisi Dewa Indra sangat menonjol sebagai pemimpin para dewa dalam menghadapi kaum asura, menghabisi para raksasa, dan menghukum detya. Ia memiliki senjata pamungkas bernama Bajra yang bergesekan dengan elemen petir dan diciptakan dari tulang Resi Dadici.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeKendaraan utama yang selalu menyertai perjalanan sang dewa adalah seekor gajah putih bernama Airawata. Sementara itu, pendamping hidupnya adalah Dewi Saci yang dikenal sebagai ratu para dewa, para dewi, serta bidadari di kahyangan.
Karakter dan mitologi mengenai sang dewa turut disamakan dengan Zeus dalam mitologi Yunani kuno atau Sakra dalam tradisi ajaran Buddha. Namanya terus diabadikan melalui berbagai kisah kepahlawanan legendaris yang menghiasi peradaban Hindu klasik hingga kini.
Kisah Perjalanan Kekuasaan dan Nama Lain Dewa Indra
Dalam catatan kitab Regweda, sang dewa sering pula disebut Śakra yang berarti sang perkasa. Pada zaman Weda, ketika para dewa dianggap berjumlah 33 entitas agung, ia ditunjuk sebagai pemimpin utama para Wasu sehingga mendapat julukan Wasawa.
Seiring bergulirnya zaman Wedanta, nama penguasa agung ini sering dijadikan patokan untuk segala hal yang bersifat kekuasaan tinggi. Seorang raja agung masa lampau bahkan bisa dijuluki Manawèndra atau pemimpin bagi seluruh umat manusia.
Berdasarkan catatan kitab Purana, kekuasaannya sempat mengalami pergantian ketika digulingkan oleh Bali, cucu raksasa Hiranyakasipu. Atas permohonan Aditi, Dewa Wisnu kemudian menjelma sebagai Wamana untuk mengembalikan tahta kepada sang penguasa langit.
Siklus kepemimpinan di alam semesta diatur melalui sistem manwantara di mana jabatan sang penguasa kahyangan ini mengalami pergantian secara berkala. Sosok yang menjabat saat ini adalah Purandara pada periode manwantara ketujuh dalam kosmologi Hindu.