Gedung Joang 45 atau Museum Joang 45 berdiri kokoh di Jalan Menteng Raya 31, Kelurahan Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Bangunan ikonis ini dikelola oleh Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta sebagai pusat pelestarian sejarah perjuangan bangsa.
Sebelum menjadi wadah memori perjuangan kemerdekaan, kompleks bangunan ini merupakan hotel mewah bernama Hotel Schomper pada era 1920-an. Hotel tersebut dikelola oleh keluarga L.C. Schomper, seorang warga berkebangsaan Belanda yang sudah lama tinggal di Batavia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMemasuki masa pendudukan Jepang tahun 1942, fungsi bangunan bergeser drastis setelah diambil alih para pemuda Indonesia. Tempat itu beralih menjadi kantor Jawatan Propaganda Jepang Ganseikanbu Sendenbu sekaligus lokasi program pendidikan politik bagi pemuda.
Transformasi resmi bangunan menjadi museum bersejarah diresmikan Presiden Soeharto pada tanggal 19 Agustus 1974. Upacara peletakan batu pertama sebelumnya telah dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan tanggal 10 November 1970.
Koleksi Mobil Kepresidenan dan Jejak Para Tokoh
Museum Joang 45 menyimpan beragam koleksi benda bersejarah peninggalan para pejuang kemerdekaan Republik Indonesia. Pengunjung dapat menyaksikan langsung mobil dinas resmi Presiden dan Wakil Presiden RI pertama yang dikenal dengan sebutan REP 1 dan REP 2.
Selain kendaraan kepresidenan, museum ini memamerkan mobil peristiwa pemboman di Cikini serta koleksi foto dokumentasi masa lampau. Berbagai lukisan, diorama periode 1945 hingga 1950-an, dan patung dada tokoh perjuangan turut menghiasi ruang pameran.
Sisa bangunan kamar penginapan kolonial di sisi utara kini dimanfaatkan sebagai ruang perpustakaan dan ruang kreativitas anak. Tempat tersebut juga difungsikan sebagai kantor organisasi Wirawati Catur Panca untuk mendukung kegiatan edukasi publik.
Berbagai aktivitas reguler dan temporer diselenggarakan secara berkala untuk melibatkan masyarakat dalam pembelajaran sejarah. Museum ini berkomitmen aktif menjalankan peran sebagai fasilitator pendidikan sejarah bagi generasi muda Indonesia.