Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Lembaga Eijkman, Sejarah...
BERITA

Profil Lembaga Eijkman, Sejarah Panjang Pusat Riset Biologi Molekuler

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Gedung Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman di Jalan Diponegoro Jakarta Pusat

Gedung Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman di Jalan Diponegoro Jakarta Pusat

Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman merupakan pusat riset terkemuka di bawah Organisasi Riset Kesehatan dalam lingkup Badan Riset dan Inovasi Nasional. Lembaga ini menempati bangunan bersejarah berarsitektur Belanda di Jalan Diponegoro Nomor 69, Jakarta Pusat.

Nama lembaga ini diambil dari Christiaan Eijkman, peneliti asal Belanda yang menjabat direktur pertama sekaligus penerima penghargaan Nobel bidang kedokteran pada tahun 1929. Penghargaan tersebut diraih berkat penemuan konsep vitamin ketika ia melakukan studi mengenai penyakit beri-beri di Batavia.

Pemerintah Hindia Belanda mendirikan fasilitas ini pada tahun 1888 dengan nama Geneeskundig Laboratorium di Batavia. Christiaan Eijkman ditunjuk sebagai direktur pertama yang memimpin lembaga tersebut sejak 15 Januari 1888 hingga 4 Maret 1896.

Memasuki tahun 1938, bertepatan dengan peringatan 50 tahun berdirinya institusi ini, nama Lembaga Eijkman resmi digunakan sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar sang ilmuwan.

Transformasi dan Tokoh Penting Lembaga Eijkman

Jakarta pusat

Sejak tahun 1938, kepemimpinan Lembaga Eijkman dipegang oleh Prof. Dr. Achmad Mochtar hingga kematiannya pada tahun 1945. Beliau merupakan orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai direktur dan gugur akibat hukuman pancung tentara Jepang demi menyelamatkan para peneliti dari tuduhan mencemari vaksin tetanus.

Pergolakan ekonomi dan politik Indonesia pada dekade 1960-an sempat membuat Lembaga Eijkman ditutup serta digabungkan dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Tiga dekade berselang pada Desember 1990, B.J. Habibie selaku Menteri Riset dan Teknologi memutuskan membuka kembali lembaga ini.

Lembaga Eijkman secara sah dihidupkan kembali pada Juli 1992 di bawah kepemimpinan Profesor Sangkot Marzuki hingga 2014, sebelum dilanjutkan oleh Amin Soebandrio sampai tahun 2021.

Pada September 2021, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman resmi diintegrasikan ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional sebagai Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman, disusul penetapan bangunannya sebagai cagar budaya.

Topics
lembaga eijkman brin sejarah indonesia jakarta pusat biologi molekuler christiaan eijkman achmad mochtar cagar budaya
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.