Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman merupakan pusat riset terkemuka di bawah Organisasi Riset Kesehatan dalam lingkup Badan Riset dan Inovasi Nasional. Lembaga ini menempati bangunan bersejarah berarsitektur Belanda di Jalan Diponegoro Nomor 69, Jakarta Pusat.
Nama lembaga ini diambil dari Christiaan Eijkman, peneliti asal Belanda yang menjabat direktur pertama sekaligus penerima penghargaan Nobel bidang kedokteran pada tahun 1929. Penghargaan tersebut diraih berkat penemuan konsep vitamin ketika ia melakukan studi mengenai penyakit beri-beri di Batavia.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribePemerintah Hindia Belanda mendirikan fasilitas ini pada tahun 1888 dengan nama Geneeskundig Laboratorium di Batavia. Christiaan Eijkman ditunjuk sebagai direktur pertama yang memimpin lembaga tersebut sejak 15 Januari 1888 hingga 4 Maret 1896.
Memasuki tahun 1938, bertepatan dengan peringatan 50 tahun berdirinya institusi ini, nama Lembaga Eijkman resmi digunakan sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar sang ilmuwan.
Transformasi dan Tokoh Penting Lembaga Eijkman
Sejak tahun 1938, kepemimpinan Lembaga Eijkman dipegang oleh Prof. Dr. Achmad Mochtar hingga kematiannya pada tahun 1945. Beliau merupakan orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai direktur dan gugur akibat hukuman pancung tentara Jepang demi menyelamatkan para peneliti dari tuduhan mencemari vaksin tetanus.
Pergolakan ekonomi dan politik Indonesia pada dekade 1960-an sempat membuat Lembaga Eijkman ditutup serta digabungkan dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Tiga dekade berselang pada Desember 1990, B.J. Habibie selaku Menteri Riset dan Teknologi memutuskan membuka kembali lembaga ini.
Lembaga Eijkman secara sah dihidupkan kembali pada Juli 1992 di bawah kepemimpinan Profesor Sangkot Marzuki hingga 2014, sebelum dilanjutkan oleh Amin Soebandrio sampai tahun 2021.
Pada September 2021, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman resmi diintegrasikan ke dalam Badan Riset dan Inovasi Nasional sebagai Pusat Riset Biologi Molekuler Eijkman, disusul penetapan bangunannya sebagai cagar budaya.