Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Profil Istana Alwatzikoebillah,...
BERITA

Profil Istana Alwatzikoebillah, Jejak Kejayaan Kesultanan Sambas

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 9 Agustus 2026
Pemandangan tampak depan Istana Alwatzikoebillah di Kabupaten Sambas

Pemandangan tampak depan Istana Alwatzikoebillah di Kabupaten Sambas

Istana Alwatzikoebillah berdiri megah di Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, sebagai simbol kejayaan Kesultanan Sambas. Bangunan ini pernah menjadi pusat pemerintahan penting sebelum kekuasaan kesultanan berakhir di wilayah tersebut.

Sejarah istana ini bermula dari kepindahan Raden Sulaiman, Sultan Sambas pertama, ke kawasan Lubuk Madung yang berada di titik pertemuan Sungai Subah, Sungai Sambas Kecil, dan Sungai Teberau. Lokasi strategis ini kemudian dipilih sebagai pusat pemerintahan kesultanan.

Bangunan yang terlihat saat ini merupakan hasil pembangunan pada masa Sultan Muhammad Mulia Ibrahim Syafiuddin, sultan ke-15 Kesultanan Sambas. Proses pembangunan istana berlangsung relatif singkat, yakni dimulai tahun 1933 hingga rampung pada 1935.

Pembangunan istana yang menelan biaya mencapai 65.000 gulden tersebut memiliki fakta unik, di mana pendanaannya berasal dari pinjaman Kesultanan Kutai Kartanegara. Hingga saat ini, Istana Alwatzikoebillah tetap menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik perhatian banyak pengunjung.

Keunikan Arsitektur dan Kompleks Istana Sambas

Pengunjung yang memasuki kawasan Istana Alwatzikoebillah akan disambut dua gapura utama. Gapura pertama berfungsi sebagai pembatas antara alun-alun dengan jalan raya, sementara gapura kedua memisahkan alun-alun dengan area istana.

Di bagian belakang alun-alun, terdapat struktur unik berupa tiang menyerupai tiang kapal yang dikelilingi tiga buah meriam. Objek ini disangga empat tiang kokoh yang masing-masing memiliki makna filosofis mendalam bagi masyarakat setempat.

Tidak jauh dari lokasi utama, terdapat masjid bersejarah yang dibangun pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Shafiuddin II. Masjid ini terletak tepat di sebelah kanan atau sisi selatan alun-alun Kesultanan Sambas.

Arsitektur masjid terdiri dari dua tingkat dengan interior yang disangga delapan tiang kayu belian berukuran besar. Keberadaan bedug, kendi raksasa, dan mimbar antik di dalamnya menambah nilai historis bangunan yang masih terjaga hingga kini.

Topics
istana alwatzikoebillah kesultanan sambas kalimantan barat wisata sejarah bangunan bersejarah sultan sambas
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.