Jakarta - Apple baru saja merilis laporan keuangan kuartal III tahun fiskal 2026. Hasilnya cukup impresif secara keseluruhan, tapi ada beberapa catatan penting yang membuat investor mengernyitkan dahi. Ini sekaligus menjadi laporan kuartalan terakhir Tim Cook sebagai CEO Apple sebelum pensiun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pendapatan total Apple di Q3 2026 mencapai 109,42 miliar dolar AS, tumbuh 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini berhasil melampaui konsensus analis yang mematok 108,85 miliar dolar AS. Laba per saham pun ikut moncer di angka 2,02 dolar AS, jauh di atas prediksi 1,89 dolar AS.
Segmen produk menyumbang 78,68 miliar dolar AS, naik 18,1 persen secara tahunan. iPhone masih jadi tulang punggung dengan pendapatan 54,25 miliar dolar AS, sedikit di atas perkiraan analis sebesar 53,60 miliar dolar AS. Mac juga ikut menyumbang 8,62 miliar dolar AS sesuai ekspektasi, sementara wearables dan aksesori membukukan 7,87 miliar dolar AS.
Namun ada titik lemah di laporan kali ini. Pendapatan dari layanan atau services hanya 30,739 miliar dolar AS, di bawah konsensus yang diperkirakan mencapai 31,1 miliar dolar AS. Ini jadi sinyal perlambatan di bisnis langganan dan konten digital Apple.
Bahkan lebih mengecewakan lagi, pendapatan Apple dari China anjlok ke 18,816 miliar dolar AS, padahal analis memprediksi 19,58 miliar dolar AS. Penurunan ini menunjukkan tekanan persaingan di pasar Negeri Tirai Bambu yang semakin ketat, terutama dari merek lokal seperti Huawei dan Xiaomi.
iPad juga menjadi sorotan dengan pendapatan 6,89 miliar dolar AS, sedikit di bawah estimasi 7,1 miliar dolar AS. Meski belum lama meluncurkan model baru, pasar tablet tampaknya belum bergairah. Secara keseluruhan, Apple berhasil mencetak rekor pendapatan kuartalan, namun ketergantungan pada produk dan kelemahan di China serta layanan jadi pekerjaan rumah besar bagi penerus Tim Cook.
Laporan ini menjadi penutup manis sekaligus pahit bagi Tim Cook yang akan mengakhiri masa jabatannya. Wall Street akan mencermati siapa penggantinya dan bagaimana strategi Apple ke depan, terutama di tengah gejolak harga komponen dan perlambatan ekonomi global.